Kata-kata Verdonk Usai Duel Melawan Osimhen

Kata-kata Verdonk Usai Duel Melawan Osimhen
NET

MENGHADAPI penyerang kelas dunia menjadi ujian tersendiri bagi seorang bek. Hal itulah yang dirasakan Calvin Verdonk saat meladeni Victor Osimhen dalam duel Lille vs Galatasaray di Liga Champions.

Oleh:Bsafaat

Bek Timnas Indonesia itu mendapat kesempatan tampil sebagai starter saat Lille menjamu Galatasaray di Stade Pierre-Mauroy, Rabu (21/10) malam WIB.

Bermain di posisi bek kiri, Verdonk harus bekerja keras meredam ancaman lini depan tim tamu, termasuk pergerakan Osimhen yang dikenal tajam dan memiliki kecepatan di atas rata-rata.

Sepanjang pertandingan, Verdonk beberapa kali dibuat kerepotan oleh pergerakan striker asal Nigeria tersebut. Kecepatan dan kekuatan fisik Osimhen menjadi tantangan besar bagi pemain berusia 29 tahun itu, yang harus berusaha menjaga pertahanan Lille dari gempuran lawan.

Usai pertandingan yang berakhir dengan kekalahan Lille 2-4, Verdonk tak menutupi betapa sulitnya menghadapi Osimhen. Alih-alih mencari alasan, ia justru memberikan pengakuan terbuka terhadap kualitas sang lawan.

"Dia adalah penyerang kelas atas. Menurut saya dia cepat dan kuat. Kami memiliki para bek yang berkualitas. Itu tetap sulit," kata Verdonk usai laga, seperti dikutip dari La Petit Lillois.

Kesulitan Verdonk dan rekan-rekannya bukan hanya datang dari kualitas individu Osimhen. Lille juga harus membayar mahal buruknya konsentrasi pada awal pertandingan.

Mereka sudah kebobolan ketika laga baru berjalan sekitar dua menit. Situasi itu membuat Lille harus bekerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan. Meski sempat bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 sebelum turun minum, Lille kembali kesulitan pada babak kedua.

Galatasaray memanfaatkan celah di lini pertahanan tuan rumah untuk mencetak dua gol tambahan. Osimhen turut menjadi bagian dari ancaman tersebut dan membantu timnya memastikan kemenangan 4-2.

Verdonk menilai masalah pertahanan Lille sudah terlihat sejak menit-menit awal. Menurutnya, tim gagal mengantisipasi situasi bola mati dengan baik, sementara awal babak kedua juga menjadi periode yang sulit bagi mereka.

"Ya, menurut saya itu bermula dari tendangan sudut. Pertahanan kami kurang solid dan mereka langsung mencetak gol pada menit ke-2 atau ke-3 pertandingan. Awal babak kedua juga cukup sulit," ujarnya.

Kekalahan dari Galatasaray menjadi pukulan bagi Lille dalam perjuangan mereka di Liga Champions. Hasil tersebut membuat tim asuhan Davide Ancelotti masih belum mendapatkan poin setelah tiga pertandingan.

Lille pun terpuruk di peringkat ke-35 klasemen sementara, hanya berada di atas Slovan Bratislava yang menempati posisi terbawah. (bsf)


Editor : Inilahkoran