Kekuatan Penuh Tangani Bencana, Operasi Pencarian Korban Longsor Arjasari Dikebut

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengerahkan seluruh sumber daya, untuk menangani rangkaian bencana yang melanda sejumlah wilayah sejak awal Desember. Penanganan dilakukan secara sistemik dan terkoordinasi, mulai dari evakuasi warga, pencarian korban, hingga distribusi logistik dan pengerahan alat berat.

Kekuatan Penuh Tangani Bencana, Operasi Pencarian Korban Longsor Arjasari Dikebut
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengerahkan seluruh sumber daya, untuk menangani rangkaian bencana yang melanda sejumlah wilayah sejak awal Desember.

Penanganan dilakukan secara sistemik dan terkoordinasi, mulai dari evakuasi warga, pencarian korban, hingga distribusi logistik dan pengerahan alat berat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman menegaskan, seluruh perangkat daerah dan unsur keamanan bergerak serentak. Meski Gubernur Jabar Dedi Mulyadi masih berada di Sumatera, roda koordinasi tidak terhenti.

“Koordinasi dan sinergi bersama lintas organisasi perangkat daerah (OPD), TNI-Polri dan pemerintah kabupaten/kota terus dilakukan,” ujarnya di Bandung, Minggu 7 Desember 2025.

Herman menjelaskan, bencana terbesar saat ini berada di Kabupaten Bandung yang telah menetapkan status tanggap darurat di 15 kecamatan. Kondisi serupa juga terjadi di Bandung Barat, Subang, Cililin, hingga Karawang.

“Yang menjadi fokus kami dalam beberapa hari terakhir, Kabupaten Bandung yang sudah ditetapkan tanggap darurat di 15 kecamatan. Terakhir ada informasi Karawang. Jadi kita koordinasi dengan BPBD setempat,” ungkapnya.

Di Arjasari, Kabupaten Bandung, operasi pencarian korban longsor terus dikebut. Kejadian pada Jumat 5 Desember 2025 itu meninggalkan duka mendalam karena tiga warga masih dinyatakan hilang.

“Yang pertama adalah memastikan warga diselamatkan. Sampai kemarin belum ditemukan. Sekarang pencarian dilanjutkan, mudah-mudahan bisa ditemukan,” harap Herman.

Pemprov Jabar telah menyalurkan bantuan logistik dari Dinas Sosial maupun BPBD Jabar ke sejumlah titik terdampak. Tidak hanya itu, Baznas Jabar juga mengucurkan dukungan signifikan.

“Dari Baznas juga ada ke Bandung Barat senilai Rp230 juta. Demikian juga Kabupaten Bandung kita kirimkan senilai Rp230 juta. Makanan, perlengkapan, semuanya,” jelas Herman.

Bantuan tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan dasar warga, termasuk makanan siap saji, peralatan darurat, tenda, serta bahan kebutuhan harian di kawasan yang masih terisolasi atau sulit diakses.

Di sejumlah wilayah rawan longsor, Pemprov Jabar mengirimkan personel tambahan dan alat berat untuk mempercepat penanganan. Kawasan Cisolok, Sukabumi, menjadi salah satu titik yang diawasi ketat mengingat potensi bencana susulan.

“Kita kirim beronjong ada 200. Ke Subang kita kirim beronjong. Tentu kami monitor semuanya,” kata Herman. Ia menambahkan bahwa instruksi Gubernur jelas, bergerak cepat, responsif, dan tidak menunggu laporan menumpuk.

“Pak Gubernur memberikan atensi bahwa Pemprov Jabar harus bergerak cepat untuk turut serta menangani bencana. Kami harus proaktif memastikan warga Jabar bisa mendapatkan sentuhan bantuan,” tegasnya. ***


Editor : JakaPermana