Kereta Gantung Disebut Pengamat Bukan Solusi Kemacetan Lalu Lintas di Kawasan Puncak

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif mengusulkan pembangunan kereta gantung di Kawasan Puncak untuk mengurai kemacetan lalu lintas di sana.

Kereta Gantung Disebut Pengamat Bukan Solusi Kemacetan Lalu Lintas di Kawasan Puncak
Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dan kebijakan publik Yusfitriadi menolak rencana tersebut. Dia meminta jika pembangunan kereta gantung tetap direalisasikan maka titiknya tidak di Kawasan Puncak. Tetapi di Kecamatan Sukamakmur atau beberapa kecamatan yang ada di kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). (net)

INILAHKORAN, Bogor - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif mengusulkan pembangunan kereta gantung di Kawasan Puncak untuk mengurai kemacetan lalu lintas di sana.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dan kebijakan publik Yusfitriadi menolak rencana tersebut. Dia meminta jika pembangunan kereta gantung tetap direalisasikan maka titiknya tidak di Kawasan Puncak. Tetapi di Kecamatan Sukamakmur atau beberapa kecamatan yang ada di kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

"Adanya kereta gantung bukan solusi untuk mengurai kemacetan lalu llintas di Kawasan Puncak, malah bisa menambah kemacetan lalu lintas mulai dari Ciawi hingha Puncak atau Gunung Mas," kata Yusfitriadi kepada wartawan, Rabu 2 Oktober 2024.

Yusftriadi menerangkan, kereta gantung tidak bakal mengubah masyarakat untuk meninggalkan penggunaan moda transportasi pribadi ke moda transportasi massal.

"Jumlah masyarakat yang menggunakan moda transportasi pribadi kecil kemungkinan berkurang, karena kereta gantung bukanlah moda transportasi massal karena adanya kereta gantung itu lebih ke arah mencari keuntungan," terangnya.

Ayah dua orang anak itu pun menyarankan agar kereta gantung objek wisata disebar ke banyak kecamatan hingga konsentrasi wisatawan tidak hanya di Kawasan Puncak.

"Pembangunan kereta gantung bisa di Kecamatan Sukamakmur, Pamijahan, Cigudeg dan lainnya. Karena tiga kecamatan tersebut dan lainnya, pemandangan alamnya sama indahnya dengan Kawasan Puncak," tambahnya.

Informasi yang dihimpun Inilah Koran, biaya  pembangunan kereta gantung bisa mencapai Rp7 triliun. Rencananya, baik pemerintah daerah maupun pusat hanya menjadi fasilitator dan wahana wisata tersebut bakal dibiayai investor.


Editor : Doni Ramdhani