Ketika Api Menguji Langkah Menuju Masa Depan
KEBAKARAN di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Bangka Selatan, tak hanya menyisakan kerusakan bangunan dan barang milik warga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Bagi keluarga yang terdampak, dokumen pendidikan anak yang ikut terbakar juga menjadi persoalan yang perlu segera diselesaikan agar perjalanan pendidikan mereka tidak terhambat.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, membuka posko pengaduan untuk mendata ijazah, rapor, dan dokumen pendidikan lain yang hilang atau rusak akibat kebakaran tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Bangka Selatan Ansori mengatakan, pendataan dilakukan untuk menginventarisasi dokumen yang terdampak sekaligus menjadi dasar penerbitan dokumen pengganti.
“Ini kita lakukan dalam rangka menginventarisasi dokumen yang rusak karena terbakar,” kata Ansori di Toboali, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (13/10).
Setelah pendataan selesai, dinas akan menelusuri ketersediaan arsip dokumen. Jika arsip masih tersedia, dokumen baru akan diterbitkan. Namun, apabila arsip tidak lagi ditemukan, dinas akan mengeluarkan surat keterangan dan pernyataan kependidikan sebagai pengganti dokumen yang hilang.
“Surat keterangan dan pernyataan kependidikan itu bisa digunakan sebagaimana dokumen aslinya,” ujarnya.
Langkah tersebut diharapkan membantu warga memulihkan administrasi pendidikan anak-anak mereka. Dengan dokumen pengganti, para pelajar tetap memiliki bukti administrasi yang diperlukan untuk melanjutkan pendidikan setelah bencana.
Di tengah proses pemulihan itu, perhatian juga tertuju pada keberlangsungan pembelajaran. Dinas Pendidikan Bangka Selatan mencatat sebanyak 210 anak usia sekolah terdampak kebakaran Serdang.
Mereka terdiri atas 12 anak PAUD, 163 siswa sekolah dasar (SD), 23 siswa sekolah menengah pertama (SMP), dan 12 siswa sekolah menengah atas (SMA).
Meski menghadapi situasi darurat, seluruh anak tersebut tetap mengikuti pembelajaran melalui skema darurat bencana.
Pada sepekan pertama setelah kebakaran, pemulihan psikologis menjadi prioritas agar anak-anak dapat beradaptasi dengan kondisi yang berubah sebelum kembali menjalani kegiatan belajar secara normal. (gin)
Editor : Inilahkoran
