Kisah di Balik Keberangkatan Atlet KBB ke Asian Para Games 2026, Tantangan & Harapan

Terpilihnya atlet KBBJaenal Aripin menjadi kontingen Indonesia yang akan berlaga di Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya Jepang bukanlah keberhasilan mendadak.

Kisah di Balik Keberangkatan Atlet KBB ke Asian Para Games 2026, Tantangan & Harapan
Atlet NPCI KBB Jaenal Aripin yang akan berlaga di Asian Para Games 2026. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Terpilihnya atlet KBB Jaenal Aripin menjadi bagian dari kontingen Indonesia yang akan berlaga di Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang bukanlah keberhasilan yang terjadi secara kebetulan. 

Sebab, di balik kebanggaan tersebut terdapat proses panjang seleksi yang ketat, pembinaan berjenjang, sekaligus realitas tantangan yang masih dihadapi di tingkat daerah terkait sarana prasarana dan dukungan sistemik. 

Wakil Sekretaris National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Acep Kurnia menuturkan, proses seleksi yang dilalui atlet KBB menuju panggung Asia merupakan hasil dari penilaian menyeluruh yang tidak hanya mengukur kemampuan fisik dan teknik semata. 

Menurutnya, keunggulan atlet daerah terbukti tidak kalah saing dengan atlet dari pusat, namun fondasi pembinaan di daerah membutuhkan perhatian yang lebih kuat dan berkelanjutan. 

"Keberhasilan ini bukan milik individu, melainkan kebanggaan keluarga, pelatih, dan masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Namun, pencapaian ini juga harus menjadi cermin bagi kita untuk terus memperkuat sistem pembinaan dari tingkat akar rumput," kata Acep, Senin (12/10/2026).

Selain pemusatan latihan nasional di Paralympic Training Center Karanganyar, sambung Acep, peran pembinaan di daerah ternyata memegang peranan penting dalam menjaga konsistensi perkembangan atlet.

"Kendala yang paling mendasar dan masih menjadi pekerjaan rumah bersama adalah ketersediaan fasilitas olahraga yang aksesibel dan spesifik bagi kebutuhan setiap cabang olahraga disabilitas," ujarnya 

Acep menegaskan, kebutuhan atlet disabilitas tidak dapat disamaratakan dengan olahraga pada umumnya. Mulai dari akses menuju lokasi latihan, jenis peralatan, hingga keamanan dan kenyamanan selama berlatih, semuanya memerlukan penyesuaian yang belum sepenuhnya terpenuhi di KBB. 

"Ketersediaan tempat latihan saja belum cukup. Kita juga perlu memastikan akses menuju fasilitas, keamanan dan kenyamanan atlet, ketersediaan peralatan yang sesuai, kompetensi pelatih, serta kesempatan untuk mengikuti kompetisi secara berkala," jelasnya. 

"Kami berharap isu ini tidak hanya menjadi prioritas sesaat, tetapi masuk dalam perencanaan pembangunan jangka panjang daerah," imbuhnya.

Terkait target nasional Indonesia untuk meraih 8–9 medali emas dan masuk peringkat 10 besar, Acep menyebut, atlet KBB tentu bakal memberikan upaya terbaiknya, namun yang lebih penting adalah penampilan yang konsisten dan sportivitas yang dijaga di setiap pertandingan. 

"Apapun hasilnya, kehadiran atlet daerah di panggung internasional sudah membuktikan bahwa potensi di pelosok daerah sangat besar dan layak diperjuangkan," tegasnya.

Acep juga berharap, dukungan tidak hanya datang saat momen keberangkatan atau saat atlet meraih medali, namun sejak tahap pencarian bakat, pembinaan rutin, hingga regenerasi atlet muda. 

"NPCI KBB membuka ruang seluas-luasnya bagi pemerintah daerah, dunia usaha, maupun masyarakat untuk bermitra membangun ekosistem olahraga disabilitas yang lebih inklusif dan berkelanjutan," bebernya.

Setelah Asian Para Games 2026 usai, ungkap Acep, NPCI KBB menegaskan tidak akan berhenti pada pencapaian sesaat. 

"Ada sejumlah langkah strategis yang disiapkan antara lain memperkuat sistem penjaringan bakat yang terstruktur melalui kolaborasi dengan sekolah, komunitas disabilitas, hingga pemerintah desa dan kecamatan," ucapnya.

Selain itu, lanjut Acep, pendampingan pelatih, peningkatan kualitas pembinaan, serta perluasan kesempatan berkompetisi secara berjenjang akan menjadi fokus utama agar bibit-bibit unggul berikutnya terus bermunculan. 

"Keberhasilan NPCI bukan hanya diukur dari jumlah medali yang diraih hari ini, tetapi juga dari kemampuan kita menyiapkan atlet-atlet masa depan yang mampu berprestasi secara konsisten," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani