Kisah Perjuangan Puspel PP Kelurahan Cibangkong Bandung, Kobarkan Gotong-royong Atasi Stunting

Pusat Pelayanan Pemperdayaan Perempuan Terpadu (Puspel PP) Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung meluncurkan program Bantuan Untuk Anak Stunting (BUAS). Program tersebut diharapkan turut menjadi bagian dalam percepatan penanganan stunting di Kota Bandung

Kisah Perjuangan Puspel PP Kelurahan Cibangkong Bandung, Kobarkan Gotong-royong Atasi Stunting
Kelompok Tani Perkotaan Mandiri (KPM) RW 03 Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Rabu, 13 September 2023, menggelar panen Buruan Sae yang hasilnya dibagikan kepada anak-anak stunting. (Istimewa)

SENYUM Kebahagiaan terpancar dari sosok ibu muda bernama Novi Sulastri, warga RW 01 Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. 

Kala itu, bertepatan dengan panen raya Kelompok Tani Perkotaan Mandiri (KPM) RW 03 Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, tepatnya Rabu, 13 September 2023, Novi dan sejumlah warga lainnya menjadi penerima manfaat bantuan sayuran dan pangan bergizi.

Hasil panen dari Kebun KPM RW 03 itulah kemudian diberikan kepada 25 penerima manfaat yang berasal dari warga Kelurahan Cibangkong, termasuk Novi Sulastri. 

Sembari memegang sayuran yang baru saja didapatkannya, Novi pun mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih mendapatkan bantuan pangan bergizi. 

Menurut Novi, dirinya sangat terbantu dengan program Bantuan Untuk Anak Stunting (BUAS) yang diluncurkan Pusat Pelayanan Pemberdayaan Perempuan (Puspel PP) Kelurahan Cibangkong. 

Karena lewat program tersebut, Ia bersama warga lainnya dapat menikmati makanan bergizi secara gratis."Alhamdulillah dapat sayuran, dan ini ada makanan bergizi untuk anak. Tentunya ini sangat membantu ya, makanan bergizi sangat dibutuhkan oleh anak-anak yang terkena stunting," ungkapnya dengan menebar senyum.

Novi Sulastri tak sendiri, bersamanya terlihat sejumlah warga lain yang juga mendapatkan bantuan sayuran. Satu di antaranya, Yeni Rahmawati, warga RW 11 Kelurahan Cibangkong.

Senada dengan Novi Sulastri, Yeni Rahmawati pun mengaku sangat bersyukur atas bantuan makanan bergizi yang diterimanya. Yeni pun mengapresiasi lahirnya program BUAS dan berharap program tersebut dapat terus berlanjut membantu warga korban stunting.

Menurutnya, makanan bergizi merupakan hal yang penting bagi semua orang. Apalagi bagi anak yang menderita stunting."Harapannya program ini bisa menjangkau lebih banyak lagi penerima manfaat," kata Yeni

Sementara itu, Ketua Puspel PP Kelurahan Cibangkong, Euis mengungkapkan, beberapa komoditas pangan yang dipanen antara lain sosin, pakcoy, terong, kacang panjang, dan pepaya. Hasil panen ini dibagikan kepada masyarakat, khususnya diperuntukkan bagi anak-anak stunting.

Ia mengaku senang karena program Buruan Sae yang dimiliki Pemkot Bandung dapat diimprovisasi menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

"Kami tentunya berharap dapat ikut berpartisipasi mendukung program-program yang ada di Pemerintah Kota Bandung, khususnya di Kelurahan Cibangkong," katanya.

Menurut Euis, bersamaan dengan panen, Pusat Pelayanan Pemberdayaan Perempuan (Puspel PP) Kelurahan Cibangkong meluncurkan program BUAS (Bantuan Untuk Anak Stunting). Program ini merupakan implementasi program Buruan Sae sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Euis juga berharap Program BUAS ini dapat membantu program Buruan Sae lebih bermanfaat dan bisa ditiru juga oleh masyarakat di wilayah lainnya.

Senada diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar. Ia mengaku sangat senang dan bersyukur program Buruan Sae dapat diaplikasikan dan membantu banyak orang.

Menurut Gin Gin, Buruan Sae tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan keluarga saja, tetapi bisa saling membantu di level masyarakat yang membutuhkan manfaatnya. "Buruan Sae kini tidak hanya bernilai pangan, tetapi bisa membantu masyarakat untuk membantu menekan angka stunting," kata Gin Gin.

Ia berharap program itu dapat berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, dengan adanya manfaat luar biasa seperti ini, sudah waktunya setiap masyarakat punya kesadaran mengaplikasikan program Buruan Sae.

"Kita terus dorong masyarakat mengaplikasikan program ini. Karena manfaatnya bisa sama-sama kita lihat sendiri," ujar Gin Gin.

Sebagai informasi, angka prevalensi stunting di Kota Bandung semakin turun tiap tahunnya. Per 7 Februari 2023, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bandung menyampaikan, prevalensi stunting di Kota Bandung di tahun 2022 turun 7 persen dibandingkan sebelumnya.

Pada 2021, prevalensi stunting Kota Bandung berada di angka 26,4 persen. Lalu di tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 19,4 persen.

Pemkot Bandung menargetkan prevalensi stunting di Kota Bandung bisa mencapai angka 14 persen pada 2023.***


Editor : Ghiok Riswoto