Kolaborasi Band Efek Rumah Kaca dan Barasuara Sukses Hipnotis Ratusan Penikmat Musik Bandung
Kolaborasi Band Efek Rumah Kaca dan Barasuara dalam rangkaian gelaran Lintas Resonan, sukses hipnotis ratusan penikmat musik Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kolaborasi Band Efek Rumah Kaca dan Barasuara dalam rangkaian gelaran Lintas Resonan, sukses hipnotis ratusan penikmat musik Kota Bandung.
Ini pun menjadi kolaborasi perdana dua band nasional tersebut, dari genre musik berbeda. Dimana Efek Rumah Kaca beraliran indie rock dan Barasuara di alternative rock.
Salah satu lagu andalan Efek Rumah Kaca, berjudul Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa sukses membuat Sejiwa Coffe, Jalan Kiputih, Ciumbuleuit, Kota Bandung, Sabtu 20 Juli 2024 malam pecah, ketika dipadukan dengan harmoni Barasuara.
Vokalis Efek Rumah Kaca Cholil Mahmud mengatakan, dalam kolaborasi ini pihaknya dan Barasuara cukup menjalani dua kali latihan bersama, dalam membangun chemistry.
Hasilnya pun tidak sia-sia, performa selama dua jam mampu menghipnotis penonton, larut dalam alunan musik dari kedua band tersebut, termasuk lagu baru mereka.
"(Kendala) paling flow. Terus pindah-pindah equipment," ujar Cholil usai tampil.
Mengenai persiapan menjalani penampilan lanjutan Efek Rumah Kaca dari gelaran Lintas Resonan di Semarang dan Tangerang dalam waktu dekat, Cholil mengaku tidak akan banyak perubahan dari sisi musikalitas.
"Kayaknya sama. Mungkin pindah-pindah lagu," imbuhnya.
Sedangkan disinggung mengenai atmosfer Kota Bandung, pentolan Efek Rumah Kaca ini mengungkapkan bahwa Kota Kembang sejatinya rumah para musisi. Sehingga siapapun yang perform di Bandung, pasti akan mendapat sambutan sangat baik.
"Bandung tuh udah mature banget. Banyak band independen yang memang jiwa gotong royong, saling mendukung band itu dari dulu. Mungkin Jakarta banyak meniru Bandung. Etosnya enggak diragukan lagi," ucapnya.
Sementara Vokalis Barasuara Iga Massardi menuturkan, dalam kolaborasi bersama Efek Rumah Kaca kali ini memberi kesan berarti bagi mereka. Apalagi antusias penikmat musik Kota Bandung diakuinya sangat luar biasa.
"Seru banget. Dari dua minggu lalu walaupun belum di-announce, sudah sold out 450 tiket. Animo luar biasa. Kami berterimakasih untuk teman-teman di Bandung," ujarnya.
Mengenai luapan emosinya ketika beradu harmoni di lagu berjudul Putih milik Efek Rumah Kaca, dimana Iga sempat meneteskan air mata.
"Itu waktu kemarin bapak meninggal sebulan lalu, lagu itu yang nemenin saya. Singkatnya gitu. Pas dimainin, teringat banyak hal. Ada luapan perasaan," ungkapnya.
Terlepas dari itu, Iga mengapresiasi para pecinta musik Kota Bandung yang selalu mendukung musisi tanah air untuk terus berkreasi.
Dia pun berharap, atmosfer Kota Bandung dapat menular ke kota-kota lainnya, guna mendukung perkembangan musik dalam negeri.
"Kami berterimakasih. Teman-teman mau membayar tiket dan mau datang. Itu satu hal yang kami apresiasi. Semoga ini bisa menjadi kebiasaan, ketika band lain bikin show, teman-teman mau datang. Dari hal kecil kayak gini, bisa menutup produksi untuk band," tutupnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti
