Kolaborasi Bandung, Cianjur, dan Purwakarta Sepakat Bangun PSEL di Sarimukti

Tumpukan sampah mendorong pemerintahan daerah mencari solusi. Nantinya, sampah itu menghasilkan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat.

Kolaborasi Bandung, Cianjur, dan Purwakarta Sepakat Bangun PSEL di Sarimukti
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung bersama Pemkab Cianjur dan Purwakarta telah menyepakati pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan TPA Sarimukti. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Tumpukan sampah mendorong pemerintahan daerah mencari solusi. Nantinya, sampah itu menghasilkan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung bersama Pemkab Cianjur dan Purwakarta telah menyepakati pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan TPA Sarimukti.

“Isu pengelolaan sampah juga menjadi perhatian utama. Pemerintahan daerah di kawasan Bandung Raya bersama Kabupaten Cianjur dan Purwakarta, sepakat untuk mengembangkan proyek PSEL di kawasan TPA Sarimukti,” kata Farhan, Kamis (16/4/2026).

Dia menjelaskan, kesepakatan tersebut melengkapi rencana sebelumnya yang juga berfokus pada pengembangan fasilitas serupa di Legok Nangka. Penguatan kerja sama lintas daerah, menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan sampah secara berkelanjutan.

“Komitmen ini harus diperkuat, termasuk dengan dukungan DPRD di masing-masing daerah. Kota Bandung sendiri menargetkan kontribusi pengelolaan sampah hingga 800 ton per hari,” ucapnya.

Farhan menyampaikan, proyek PSEL tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah. Tetapi juga mengubahnya menjadi sumber energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Meski saat ini pasokan listrik di Jawa Barat tergolong surplus, pihaknya menilai kebutuhan energi akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi. 

“Kita tidak akan pernah benar-benar surplus energi jika ingin terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Konsumsi energi per kapita pasti akan naik,” ujar dia.

Dia menambahkan, peningkatan produksi energi justru dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Terutama dalam menjaga keterjangkauan harga energi di masa depan. 

“Dengan suplai yang cukup, justru harga energi bisa lebih terjangkau bagi masyarakat,” tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani