Kontribusi Sekoper Cinta Diganjar Penghargaan, Atalia Harap Program Sekolah Perempuan di Jabar Dilanjutkan

Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Atalia Praratya menyambut baik, karena kontribusi program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita (Sekoper Cinta) diganjar penghargaan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Kontribusi Sekoper Cinta Diganjar Penghargaan, Atalia Harap Program Sekolah Perempuan di Jabar Dilanjutkan
Atalia Praratya

INILAHKORAN, Bandung - Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Atalia Praratya menyambut baik, karena kontribusi program sekolah perempuan Capai Impian dan Cita-Cita (sekoper cinta) diganjar penghargaan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Bu Cinta, sapaan Atalia Praratya berharap dan mendukung penuh, supaya program sekolah untuk perempuan di Jabar dapat betkelanjutan.

Sebab kata dia, program pendidikan vokasi bagi perempuan sudah banyak membawa manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendongkrak perekonomian.

Apalagi Sekoper Cinta yang digagasnya dan kini bernama Sekolah Perempuan Jawa Barat, juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian PPPA serta Pemerintah Korea melalui ODA Poject.

Dimana ODA project adalah kerjasama kementrian PPPA dengan Ministry of Gender, Equality, and Family (MoGEF) terkait pelatihan kaum perempuan yang berlokus di Sekolah perempuan Jabar. 

Project kerjasama ini telah menghasilkan 980 lulusan bidang memasak, menjahit, kecantikan, IT, e-commerce, agrikultur dalam kurun lima tahun.

"Hari ini saya hadir karena kami ini diberikan apresiasi ya oleh kementerian terkait dengan program kita yang sudah selesai dengan ODA Project. Ini bersama dengan Mogev Korea Selatan," ucap Atalia di saat menghadiri Diseminasi Hasil Pelaksanaan Proyek ODA MoGEF 2020-2024 di Universitas Komputer Indonesia, Kota Bandung, Selasa 26 November 2024.

Bu Cinta menambahkan, sejarah dibuatnya Sekoper Cinta berawal dari keresahannya melihat kaum perempuan di Jawa Barat yang kurang memiliki kemandirian ekonomi. Padahal, kemandirian ekonomi perempuan akan berdampak pada kesejahteraan keluarganya sendiri.

"Jadi Alhamdulillah proyek ini sudah berjalan lima tahun begitu ya. Saya bersyukur di 2018 kami mendukung dan mendorong hadirnya sekolah perempuan ya," paparnya.

Terlebih selama lima tahun terakhir, hadirnya sekolah perempuan kata dia, dari hasil survei terjadi peningkatan pemberdayaan.

"Dari 33 (persen) perempuan, itu naik jadi 62 perempuan Jawa Barat yang mereka memiliki kemampuan, jadi mereka punya usaha begitu," sambungnya.

Atalia menyebut, salah satu fokus utama Sekoper Cinta saat itu, memberikan pendidikan dan pelatihan agar perempuan memiliki keahlian sesuai dengan minat dan bakat.

"Fokus pada urusan pendidikan yaitu pengetahuan yang selanjutnya adalah terkait dengan keterampilan. Nah keterampilan juga sama, jadi proyek kita ini sudah berlangsung sekian lama sampai dengan hari ini, diapresiasi oleh kementerian dan juga MoGEF Korea Selatan, membangun kerjasama dan kita fokus pada vokasi," terangnya.

Berdasarkan data, total lulusan Sekoper Cinta sampai dengan 2023 di 27 kota/kabupaten sebanyak 120.930 perempuan, vokasi sekoper cinta 3.377 perempuan dan yang sudah memiliki usaha mandiri sebanyak 1.164 perempuan.

Melihat dampak yang luar biasa dari Sekoper Cinta ini, Atalia berharap Gubernur Jawa Barat terpilih bisa melanjutkan program tersebut, sebagai upaya pembangunan sumber daya manusia yang unggul, khususnya di kalangan perempuan.

"Semoga siapapun nanti yang memimpin Jabar, program pemberdayaan ini bisa dilanjutkan dan disempurnakan dalam bentuk pendampingan permodalan dan pemasaran," harapnya.  ***


Editor : Ahmad Sayuti