Koperasi Merah Putih Bukan Sekadar Toko
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
PEMERINTAH menempatkan KDKMP sebagai infrastruktur pelayanan masyarakat, bukan minimarket. Kelancaran distribusi dan kecukupan barang menjadi pekerjaan berikutnya.
Oleh: Gin Gin T.Ginulur
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dirancang bukan untuk bersaing dengan minimarket, melainkan menjadi jalur penyaluran bantuan pemerintah dan barang bersubsidi agar lebih dekat dengan masyarakat.
Peran itu kembali ditegaskan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya saat meninjau KDKMP di Desa Cangkuang Wetan, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis.
“Digarisbawahi bahwa KDKMP ini bukan ritel. Ini bukan toko ritel seperti minimarket, bukan. Ini adalah infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan pemerintah dan barang-barang bersubsidi. Dan ini langkah awal, tentunya kami akan terus mengevaluasi,” kata Bima, seperti dikutip dari ANTARA.
Bagi pemerintah, koperasi ini menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan layanan kebutuhan dasar kepada warga. Namun, agar fungsinya berjalan optimal, operasional KDKMP membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, pengurus koperasi, manajer, hingga badan usaha milik negara (BUMN).
Peninjauan di Dayeuhkolot merupakan bagian dari pemantauan serentak terhadap 107 titik KDKMP di berbagai daerah. Pemerintah ingin memastikan koperasi tersebut dapat beroperasi dan menjalankan fungsi pelayanan bagi masyarakat.
“Hari ini, 107 titik dikunjungi oleh para menteri dan wamen. Kita pastikan KDKMP berjalan dengan lancar dengan dukungan semua pihak. Kuncinya di sini adalah kolaborasi antara Kepala Desa, kemudian dengan ketua koperasi dan juga manajernya,” ujar Bima.
Kolaborasi itu terlihat melalui dukungan sejumlah BUMN. PT PLN (Persero), Perum Bulog, dan PT Pertamina (Persero) turut menyediakan layanan serta kebutuhan masyarakat melalui KDKMP, mulai dari transaksi kelistrikan, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), hingga LPG bersubsidi.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero) M. Fahrur Rozy mengatakan seluruh 107 lokasi yang ditinjau telah dapat melayani pembelian token listrik dan pembayaran rekening listrik. (gin)
Editor : Inilahkoran
