Kota Bandung Ramai Agenda, Akhir Tahun Jadi Magnet Wisata

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung optimistis, tingkat kunjungan wisatawan akan meningkat seiring banyaknya kegiatan yang digelar pada akhir tahun ini. Salah satunya, adalah Asia Afrika Festival yang direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang.

Kota Bandung Ramai Agenda, Akhir Tahun Jadi Magnet Wisata

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung optimistis, tingkat kunjungan wisatawan akan meningkat seiring banyaknya kegiatan yang digelar pada akhir tahun ini. Salah satunya, adalah Asia Afrika Festival yang direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota bandung, Adi Junjunan Mustafa mengatakan, pihaknya terus melakukan promosi dan sinergi lintas sektor untuk mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan budaya dan pariwisata di kota tersebut.

“Kita promosikan dan informasikan melalui berbagai saluran komunikasi. Mudah-mudahan Kota Bandung kembali meriah dan ramai,” kata Adi Junjujan Mustafa, Rabu 17 September 2025.

Menurut ia, Pemkot Bandung tidak bekerja sendiri dalam penyelenggaraan event-event besar. Kolaborasi dengan komunitas, pelaku industri kreatif dan pihak swasta menjadi bagian penting dalam memastikan keberlangsungan agenda budaya yang berdampak pada sektor pariwisata.

Salah satu acara berskala internasional yang belum lama ini digelar di Kota Bandung adalah International Scout and Guide Gathering. Acara tersebut, diikuti peserta dari 18 negara dan menjadi ajang pertemuan para pramuka senior serta pemandu wisata dari mancanegara.

“Mereka yang hadir itu pramuka-pramuka senior, ada yang berusia 60 sampai 70 tahun. Kami tanya bagaimana kesan mereka terhadap Kota Bandung, dan mereka merasa senang. Artinya, Kota Bandung dinilai nyaman, aman dan kondusif,” ucapnya.

Adi menyampaikan, data kunjungan wisatawan memang masih perlu didalami lebih lanjut. Namun secara umum, tren kunjungan menunjukkan peningkatan jika merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kalau melihat data terakhir dari BPS, kunjungan ke Kota Bandung tidak menurun, bahkan terus naik. Ini mengindikasikan bahwa kondisi di Kota Bandung tetap kondusif untuk dikunjungi wisatawan,” ujar dia.

Ia menambahkan, Oktober hingga akhir tahun diprediksi menjadi puncak kunjungan karena banyak event yang akan diselenggarakan. Selain kegiatan resmi dari pemkot, berbagai komunitas dan pihak swasta juga mengajukan proposal penyelenggaraan festival. Beberapa di antaranya dijadwalkan berbarengan.

“Oktober, November, Desember itu biasanya ramai. Jadi akhir tahun akan diwarnai oleh banyak kegiatan, baik dari pemerintah maupun pihak lain,” jelasnya.

Meski demikian, Adi mengakui perlunya validasi data dan pemantauan yang lebih akurat untuk menentukan target pasti jumlah kunjungan. Namun, ia meyakini Kota Bandung masih menjadi magnet utama pariwisata di Jawa Barat.

Terkait keamanan, ia menyebut Kota Bandung tetap stabil. Meski sempat terjadi beberapa insiden kecil, respons cepat dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah menjadikan situasi cepat pulih.

“Kota Bandung punya kekuatan sosial. Sekarang warga sudah terbiasa dengan konsep ‘warga jaga warga’ dan warga jaga kota’. Ini juga sudah mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri. Bahkan, kami dijadikan role model,” ujar dia.

Menurut dia, kolaborasi antara ulama, tokoh masyarakat dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas kota. “Insya Allah, ke depan Kota Bandung tetap aman dan menjadi kota tujuan yang menyenangkan bagi wisatawan,” tandasnya. *


Editor : Ahmad Sayuti