Kota Berbenah, Kabel Masuk Tanah

KABEL semrawut di Kota Bogor berangsur diturunkan ke bawah tanah. Penataan dilakukan demi wajah kota yang lebih rapi.

Kota Berbenah, Kabel Masuk Tanah
KABEL UDARA: Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat melakukan pemotongan kabel udara di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Rabu (14/10) siang. Langkah ini sebagai bagian dari program beautifikasi atau penataan estetika kota, sehingga ke depan tak ada lagi kabel semrawut.(INILAH/Rizki Mauludi)

Oleh: Rizki Mauludi

Pemandangan kabel udara yang semrawut dan tiang-tiang yang berjejer di sepanjang jalan protokol perlahan ditata Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. 

Penertiban kabel udara melalui pemindahan ke bawah tanah kembali berlanjut di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Rabu (14/10). 

Langkah tersebut menjadi bagian dari program beautifikasi kota untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih rapi dan nyaman. 

Namun, pekerjaan itu masih membutuhkan waktu. Dari target penurunan kabel udara sepanjang 20 kilometer pada 2026, realisasi hingga Oktober baru mencapai sekitar sembilan kilometer.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, penataan kabel akan dilakukan secara bertahap di sejumlah ruas jalan. 

Selain Jalan RE Martadinata, pekerjaan juga menyasar Jalan Tentara Pelajar, Jalan KH R Abdullah Bin Nuh, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Veteran, Jalan Merdeka hingga Jalan Arya Suryalaga.

"Tahun ini target kami 20 kilometer, kemudian baru terealisasi sampai Oktober ini sembilan kilometer," kata Dedie kepada wartawan.

Pemkot Bogor juga merencanakan penurunan kabel udara di Jalan Siliwangi dan Jalan Suryakencana. Khusus Jalan Suryakencana, pekerjaan penggalian untuk penanaman kabel ditargetkan dimulai dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Rencana tersebut turut membutuhkan penyesuaian dari masyarakat, terutama pemilik toko dan pelaku usaha di sepanjang ruas jalan terdampak. Aktivitas pekerjaan konstruksi diharapkan tidak mengganggu kegiatan warga maupun aktivitas ekonomi setempat.

"Kami juga merencanakan penurunan kabel udara di Jalan Siliwangi dan Jalan Suryakencana. Khusus Jalan Suryakencana, pekerjaan penggalian untuk penanaman kabel ditargetkan mulai dalam dua hingga tiga bulan ke depan," terangnya.

"Nanti para pemilik toko dan pelaku usaha di sepanjang ruas jalan yang terdampak, mohon untuk menyesuaikan aktivitasnya selama pekerjaan berlangsung," tambah Dedie.

Dedie menegaskan, penataan kabel tidak sekadar memindahkan jaringan dari udara ke bawah tanah. Pelaksanaan konstruksi juga harus memperhatikan ketertiban, kerapian, dan kenyamanan masyarakat, termasuk memastikan bekas galian dibersihkan setelah pekerjaan selesai.

"Saya mendapatkan komitmen dari APJATEL dan pelaksana agar pengerjaannya tetap mengacu pada kaidah-kaidah penanganan konstruksi penurunan kabel. Harus tertib, rapi, tidak mengganggu, dan sebagainya," jelasnya. (gin)


Editor : Inilahkoran