Kucurkan Bantuan Rp373 Juta untuk Korban Longsor Pasirlangu Cisarua KBB, Pemprov Jabar Fokus Pemulihan Trauma Anak
Pemprov Jabar melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus mempercepat penyaluran bantuan bagi korban bencana longsor Pasirlangu Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus mempercepat penyaluran bantuan bagi korban bencana longsor Pasirlangu Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Kepala Dinsos Jabar Noneng Komara Nengsih mengungkapkan, bantuan Pemprov Jabar itu dikirimkan secara bertahap ke para korban longsor Pasirlangu Cisarua.
"Sejak Sabtu hingga Minggu pagi tadi, total bantuan untuk korban longsor Pasirlangu Cisarua itu mencapai Rp373 juta yang sudah kita salurkan," kata Noneng saat dihubungi INILAHKORAN.ID, Minggu 25 Januari 2026.
Noneng menjelaskan, bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan dasar bagi korban terdampak, mulai dari makanan siap saji, pakaian, kasur, selimut, hingga perlengkapan khusus untuk anak-anak.
"Jadi hasil kolaborasi dan koordinasi kami dengan Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat," ucapnya.
Tak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan logistik, Dinsos Jabar juga memberi perhatian serius pada pemulihan trauma psikologis, khususnya bagi anak-anak korban longsor.
"Jadi teman-teman penyuluh sosial mendampingi anak dan ibunya, karena masih ada yang nangis," tuturnya.
Sebagai bentuk lanjutan dari upaya pemulihan, Dinsos Jabar juga akan menyalurkan bantuan tambahan berupa mainan edukatif dan perlengkapan sekolah. Penyaluran dilakukan dengan berkoordinasi bersama Dinsos KBB agar bantuan sesuai dengan kebutuhan mendesak di lapangan.
"Intinya permasalahan yang diakibatkan bencana kita coba tangani, bukan hanya kebutuhan dasar tapi mentalnya juga," kata Noneng.
Ke depan, Dinsos Jabar bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga menyiapkan langkah-langkah preventif untuk meminimalkan dampak bencana serupa di masa mendatang.
"Jadi kayak kita ajak mereka (masyarakat) gotong royong membersihkan lingkungan, kemudian sampah. Kemudian edukasi di sekolah, bagaimana kalau terjadi bencana dan sebagainya," ucapnya.
Editor : Doni Ramdhani

