Kunjungan Wisata Masih Menumpuk di Utara, Disparbud KBB Genjot Potensi Selatan
Ketimpangan kunjungan wisata di KBB masih terlihat jelas. Disparbud mengakui hingga saat kedatangan wisatawan masih berpusat di kawasan utara seperti Lembang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ketimpangan kunjungan wisata di KBB masih terlihat jelas. Disparbud mengakui hingga saat kedatangan wisatawan masih berpusat di kawasan utara seperti Cisarua dan Lembang.
Kondisi kunjungan wisata yang timpang itu membuat pemerintahan KBB gencar melakukan terobosan baru, dengan memfokuskan pengembangan sekaligus pemetaan potensi besar destinasi di wilayah selatan agar arus kunjungan lebih merata dan ekonomi warga di wilayah lain juga ikut berputar.
Kepala Disparbud KBB Asep Dendih mengatakan, upaya pengenalan destinasi selatan perlahan namun pasti mulai menunjukkan hasil.
"Sejumlah lokasi unggulan seperti Curug Malela dan sejumlah Desa Wisata di wilayah selatan kini mulai dilirik dan dikunjungi wisatawan, meski angkanya belum sebesar kawasan utara," kata Asep, Kamis (28/5/2026).
Langkah ini, kata Asep, merupakan perintah langsung dari Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail yang menginginkan pariwisata daerah tidak hanya berpusat di satu titik saja, namun menyebar hingga ke pelosok wilayah kabupaten.
"Memang selama ini wisatawan dominan ke utara. Tapi sekarang kita lihat ada peningkatan kunjungan ke selatan, ke lokasi seperti Curug Malela dan desa-desa wisata lainnya," jelasnya.
"Ini sejalan instruksi Pak Bupati, bahwa edukasi dan pengembangan tempat wisata harus merata, tidak boleh hanya berkumpul di utara saja, tapi harus mulai kuat juga di selatan," sambungnya.
Lebih jauh, Asep menjelaskan pihaknya telah menyelesaikan pemetaan lengkap terhadap titik-titik destinasi yang memiliki nilai jual tinggi di kawasan selatan.
"Kalau berdasarkan survei dan peninjauan lapangan, wilayah ini menyimpan banyak potensi alam dan budaya yang tidak kalah indah dan unik dibandingkan utara, namun belum tergarap maksimal dan belum banyak diketahui publik," ucapnya.
Asep mengaku optimistis pada 2027 nanti, sosialisasi dan edukasi wisata ke wilayah selatan bisa digencarkan secara masif, seiring rencana penyusunan anggaran khusus yang telah dipersiapkan.
"Kami sudah petakan semuanya. Rencananya, di tahun 2027 sudah akan ada pengalokasian anggaran khusus untuk edukasi dan promosi wisata selatan," bebernya.
"Harapan kami sederhana, supaya wisatawan yang datang ke Bandung Barat punya lebih banyak opsi tujuan. Jangan hanya tahu Lembang atau Cisarua, tapi juga paham bahwa di selatan ada keindahan yang tak kalah menarik untuk dikunjungi," ungkapnya.
Editor : Doni Ramdhani

