Kunjungi Warga Terdampak Bencana Banjir di Ponorigo, Menteri Hanif Bakal Evaluasi Mitigasi Bencana
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Hanif Faisol Nurofiq, mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Quran dan warga terdampak bencana banjir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Hanif Faisol Nurofiq, mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Quran dan warga terdampak bencana banjir.
Kedatangan Hanif Faisol Nurofik juga sekaligus melakukan penanaman pohon bersama di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo.
Bencana banjir bebera waktu lalu, memiliki kedalaman sehingga dada orang dewasa itu mengakibatkan puluhan rumah terdampak dan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Hanif Fasiol Nurifiq dalam kesempatan ini juga mengapresiasi kesigapan Pemkab Ponorogo, Forkopimda, serta masyarakat dalam menangani bencana banjir tersebut.
"Kami mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Quran dan melihat langsung penanganan bencana banjir. Saya mengapresiasi respon cepat dari Bupati, Kapolres, Dandim, dan masyarakat Ponorogo dalam menangani krisis lingkungan ini," katanya kepada wartawan, Minggu, 22 Desember 2024.
Pria berusia 53 tahun itu menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh tetap diperlukan untuk memastikan daya dukung dan daya tampung lingkungan sesuai amanat UUD 1945.
"Kejadian bencana banjir ini harus menjadi pelajaran, penanganan yang dilakukan sudah baik, tetapi yang terpenting adalah mencegah kejadian serupa terulang. Saya akan mengevaluasi bersama kementerian terkait, termasuk Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pekerjaan Umum, untuk memastikan langkah antisipasi lebih baik di masa depan," tegasnya.
Hanif menyoroti pentingnya pemulihan ekosistem di kawasan hulu. Menurutnya, tutupan hutan di Ponorogo dan Jawa Timur secara umum sudah cukup baik.
Tetapi ia melihat masih terdapat kekurangan vegetasi di beberapa wilayah hulu yang menyebabkan material terbawa air hingga mendangkalkan kapasitas bendungan.
"Bupati Ponorogo telah menginstruksikan jajarannya untuk terus melakukan reboisasi di wilayah terdampak, termasuk jika lokasi tersebut berada di kawasan Perhutani," terangnya.
Pihaknya pun berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk mempercepat upaya reboisasi tersebut.
"Curah hujan yang tinggi dengan durasi lama menjadi tantangan serius, ketangguhan alam kita harus diperkuat untuk mengantisipasi bencana serupa di masa depan. Alhamdulillah, kesiapan Pemkab Ponorogo patut diapresiasi, tetapi kita tetap harus meningkatkan langkah pencegahan dan mitigasi," tukas Hanif Faisol Nurofiq. ***
Editor : JakaPermana

