Manfaatkan Momentum Hari Ibu Melalui Jawara Presisi Menyapa, Kapolres Cimahi: ini Upaya Mendekatkan Kepolisian dengan Masyarakat 

Polres Cimahi memanfaatkan momentum Hari Ibu untuk mengedukasi masyarakat terkait tugas dan fungsi kepolisian.

Manfaatkan Momentum Hari Ibu Melalui Jawara Presisi Menyapa, Kapolres Cimahi: ini Upaya Mendekatkan Kepolisian dengan Masyarakat 
Polres Cimahi memanfaatkan momentum Hari Ibu untuk mengedukasi masyarakat terkait tugas dan fungsi kepolisian.

INILAHKORAN, Ngamprah - Polres Cimahi memanfaatkan momentum hari ibu untuk mengedukasi masyarakat terkait tugas dan fungsi kepolisian.

Mengusung tema 'Jawara Presisi Menyapa', kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu 22 Desember 2024.

Tak cuma itu, Jawara Presisi Menyapa juga diisi berbagai kegiatan menarik lainnya mulai dari senam zumba, penampilan motor gede (moge), peringatan Hari Ibu, pengecekan kesehatan, display kendaraan kepolisian, pelayanan SIM keliling dan Samsat keliling.

"Kami cukup senang dan bahagia dengan antusias masyarakat yang cukup tinggi terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Polres Cimahi ini," kata Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto, Minggu 22 Desember 2024.

Tri menjelaskan, kegiatan Jawara Presisi ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Ibu dan bertepatan dengan hari libur sehingga banyak masyarakat yang ikut berkumpul.

Melalui kegiatan tersebut, ungkap Tri, menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai pesan kepada masyarakat salah satunya terkait tugas dan fungsi kepolisian. 

"Kita juga ingin agar di hari libur ini mengumpulkan masyarakat di satu tempat agar kita mudah untuk melakukan pengamanan kemudian kita juga mengedukasi kepada masyarakat terkait fungsi-fungsi yang ada di kepolisian," ungkapnya. 

Menurutnya, hal terpenting dalam kegiatan Jawara Presisi Menyapa ini adalah upaya nyata Polres Cimahi dalam mendekatkan kepolisian kepada masyarakat. 

"Ini juga upaya dalam mendekatkan diri kepada masyarakat bahwa kepolisian adalah milik masyarakat polisi dan ada untuk masyarakat," ucapnya.

"Jadi kami adalah bagian dari masyarakat apapun yang dibutuhkan oleh masyarakat jika memang tugas dan kewenangan kami. Kami ada untuk masyarakat," katanya. 

Selain itu, dalam momen tersebut juga pihaknya memberikan edukasi terhadap anak terkait kehadiran kepolisian yang menyenangkan bagi anak-anak. 

"Edukasi kepada anak-anak juga dari dulu kecil sering ada meme m-meme ayo kalau kamu gak makan ditangkap polisi. Padahal itu meme jadi ketakutan terhadap kepolisian dengan ini maka kami edukasi ayo kepolisian itu ada untuk masyarakat," pungkasnya.*** 


Editor : JakaPermana