Hari Ibu Dari Seremoni ke Strategi, Perempuan Jabar Diposisikan sebagai Penentu Arah Indonesia Emas 2045

Peringatan Hari Ibu ke-97 di Jawa Barat tidak lagi dibingkai sebatas agenda simbolik. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan reposisi perempuan sebagai subjek utama pembangunan, sekaligus fondasi strategis dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

Hari Ibu Dari Seremoni ke Strategi, Perempuan Jabar Diposisikan sebagai Penentu Arah Indonesia Emas 2045
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat Siska Gerfianti menekankan, Hari Ibu harus dimaknai sebagai ruang refleksi atas kontribusi nyata perempuan di berbagai sektor, bukan sekadar penghormatan normatif. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Peringatan Hari Ibu ke-97 di Jawa Barat tidak lagi dibingkai sebatas agenda simbolik. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan reposisi perempuan sebagai subjek utama pembangunan, sekaligus fondasi strategis dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

Penegasan itu mengemuka dalam Puncak Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Selasa 23 Desember 2025. Di forum ini, pesan yang disampaikan jelas, masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas perempuan hari ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat Siska Gerfianti menekankan, Hari Ibu harus dimaknai sebagai ruang refleksi atas kontribusi nyata perempuan di berbagai sektor, bukan sekadar penghormatan normatif.

perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan, penopang bangsa, dan penjaga nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Siska.

Mengusung tema perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045, Pemprov Jabar memperlihatkan arah kebijakan yang menempatkan pemberdayaan perempuan sebagai investasi jangka panjang pembangunan. 

Siska menjelaskan, pelaksanaan peringatan ini berpijak pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap perempuan serta Keputusan Kepala DP3AKB Jawa Barat Nomor 71 Tahun 2025. Artinya, isu perempuan ditempatkan dalam kerangka kebijakan negara, bukan sekadar wacana sosial.

Sejak awal Desember 2025, rangkaian kegiatan telah digelar, mulai dari sarasehan Hari Ibu, pemeriksaan ketajaman mata hingga pembagian 30 ribu kacamata gratis bagi anak sekolah dan lansia, serta berbagai program edukasi. 

Sepanjang 2025, tercatat 13.990 perempuan lulus dari program sekolah perempuan dan sekolah tematik DP3AKB, sebuah angka yang menegaskan skala intervensi pemerintah daerah.

Pada puncak acara, dilakukan pengukuhan Sekolah perempuan, Sekolah Lansia, dan Sekolah Parenting, penyerahan penghargaan kepada kabupaten/kota dan mitra, serta penampilan seni budaya sebagai penguat pesan sosial dan kultural.

Sementara itu, Sekda Jabar Herman Suryatman menegaskan visi Indonesia Emas 2045 tidak mungkin tercapai tanpa perempuan yang berdaya, karena kualitas bangsa bertumpu pada kualitas keluarga.

“Ibu adalah ibunya kehidupan. Dari ibu-ibu inilah ditentukan kualitas generasi masa depan,” kata Herman.

Ia menekankan, pemberdayaan perempuan harus diwujudkan secara konkret melalui empat dimensi utama: kemandirian, kolaborasi, etos kerja, dan produktivitas. Herman juga memberi peringatan tegas soal kerentanan perempuan terhadap jeratan ekonomi ilegal.

“Melalui peringatan Hari Ibu ini, kami berkomitmen mewujudkan Jawa Barat zero bank emok. Akses keuangan harus melalui lembaga formal yang aman dan adil,” ujarnya. 


Editor : Doni Ramdhani