Puluhan Warga Binaan Lapas Gunung Sindur yang Bertato Menangis di Hari Ibu

Puluhan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Gunung Sindur, Kabupaten Bogor sungkem, mencuci kaki dan mencium kaki ibunya.

Puluhan Warga Binaan Lapas Gunung Sindur yang Bertato Menangis di Hari Ibu
Hal itu mereka lakukan pada Senin 22 Desember 2025 pagi di Aula Lapas Kelas II A Gunung Sindur, tepatnya di peringatan Hari Ibu. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Puluhan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Gunung Sindur, Kabupaten Bogor sungkem, mencuci kaki dan mencium kaki ibunya.

Hal itu mereka lakukan pada Senin 22 Desember 2025 pagi di Aula Lapas Kelas II A Gunung Sindur, tepatnya di peringatan Hari Ibu.

Acara ini pun berlangsung haru karena warga binaan yang bertampang sangar dan bertato bersimpuh dan melakukan sungkem, mencuci kaki dan menncium kaki ibunya.

Mereka menangis, dan meminta ampun serta doa kepada ibunya, agar kehidupannya kelak dan setelah bebas dari Lapas Kelas II A Gunung Sindur bisa diubah dan menjadi orang yang berguna bagi orang tua, keluarga dan  Bangsa Indonesia.

Apalagi, saat acara warga binaan melakukan sungkem, mencuci kaki dan menncium kaki ibunya, artis Zul Zivilia yang juga jadi warga binaan melantunkan doa, mrmbaca puisi dan menyanyikan beberapa lagu yang syahdu seperti Bunda karya Melly Goeslaw dan tak ketinggalan lagu Aishiteru yang telah melambungkan namananya di kancah musik nasional.

"Hari ini kami mengajak 30 orang tua warga binaan untuk acara sungekaman, membasuh kaki dan mencium kaki ibunya. Minimal, mereka bisa ubah sikapnya dan lebih sayang ke orang tua," kata Kepala Lapas Kelas II A Gunung Sindur Wahyu Indarto kepada wartawan, Senin 22 Desember 2025

Wahyu Indarto menuturkan, pihaknya juga memberikan setangkai bungan dan paket Sembako kepada para ibu-ibu warga binaan.

Ia pun berjanji, acara warga binaan melakukan sungkem, mencuci kaki dan mencium kaki ibunya akan diagendakan secara rutin tiap tahunnya.

"Acara ini akan kami adakan secara rutin, agar warga binaan bisa tetap memeluk orang tua di Hari Ibu," tuturnya.

Ronita Purba, ibu salah satu warga binaan mengaku terharu karena di Hari Ibu diberikan waktu khusus untuk menjenguk anaknya 

"Anak, senakal-nakalnya dia adalah segalanya bagi orang tua. Harapan saya kedepan mereka tidak takut untuk melanjutkan hidup setelah bebas dan harus peduli lagi ke kami, sebagai orang tuanya," ujar Ronita Purba.


Editor : Doni Ramdhani