Kuota Haji Jabar Masih Berubah Dinamis
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Angka keberangkatan jemaah haji Jawa Barat untuk musim 2027 belum benar-benar menetap. Di balik daftar nama dan alokasi yang telah tercatat, masih ada proses verifikasi, pelunasan biaya, hingga pemeriksaan kesehatan yang dapat mengubah jumlah jemaah dari setiap kabupaten dan kota.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian, mengatakan alokasi yang tersedia saat ini masih bersifat sementara. Jumlah akhir jemaah baru dapat dipastikan setelah seluruh tahapan selesai.
Jemaah yang tidak melunasi biaya haji atau batal berangkat akan digantikan oleh jemaah cadangan. Namun, mekanisme penggantian tersebut tidak otomatis mengambil calon jemaah dari daerah yang sama. Penentuannya mengikuti urutan kuota di tingkat Provinsi Jawa Barat.
"Setelah kita tahu ada yang mau melunasi, ada yang tidak, nanti cadangan yang di bawahnya kita naikkan kalau sudah ada konfirmasi tidak melunasi," ujar Boy, Kamis (22/10).
Mekanisme itu membuat jumlah jemaah di setiap daerah bisa berubah meskipun alokasi awal telah tercatat. Ketika seorang jemaah batal berangkat, calon pengganti ditentukan berdasarkan urutan provinsi. Jika penggantinya berasal dari daerah lain, komposisi jemaah di kedua daerah tersebut ikut menyesuaikan.
Boy mencontohkan alokasi awal Kabupaten Bandung Barat yang tercatat sebanyak 462 jemaah. Angka tersebut masih berpeluang bertambah apabila ada jemaah yang tidak melunasi biaya atau tidak memenuhi persyaratan keberangkatan.
"Bisa saja kuota awal Bandung Barat 462 tiba-tiba jadi 464," katanya.
Perubahan juga dapat terjadi ketika jemaah tidak lolos pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU), maupun batal berangkat karena alasan lain. Posisi yang kosong akan diisi calon jemaah berikutnya sesuai urutan yang berlaku di tingkat provinsi.
Karena itu, pemerintah belum dapat memastikan jumlah final setiap kabupaten dan kota hanya berdasarkan alokasi awal. Selama proses verifikasi dan pelunasan berlangsung, pergeseran jumlah jemaah masih mungkin terjadi. (yuliantono/gin)
Editor : Inilahkoran
