Rob Mengintai Pesisir Jabar

Rob Mengintai Pesisir Jabar
BANJIR ROB: BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi ancaman banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Jabar.(ILUSTRASI/ANTARA)

INILAH, Bandung - Pasang air laut yang meninggi mengintai kawasan pesisir utara dan selatan Jawa Barat pada penghujung Oktober 2026. Fenomena alam yang bertepatan dengan fase bulan purnama dan perigee itu memicu potensi banjir rob yang dapat mengganggu aktivitas warga, mulai dari permukiman hingga kegiatan ekonomi pesisir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob pada 22–31 Oktober 2026. Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan muka air laut selama periode tersebut.

Pesisir utara Jawa Barat menjadi wilayah yang lebih dahulu menghadapi ancaman. Berdasarkan pemantauan ketinggian muka air laut (water level) dan prediksi pasang surut, potensi rob diperkirakan berlangsung pada 22–26 Oktober 2026, terutama pukul 03.00–07.00 WIB.

Sejumlah kawasan yang perlu diwaspadai meliputi Kecamatan Legonkulon dan Sukasari di Kabupaten Subang; Kandanghaur, Pasekan, dan Indramayu di Kabupaten Indramayu; Losari, Mundu, dan Gebang di Kabupaten Cirebon; serta Lemahwungkuk dan Kejaksan di Kota Cirebon.

Ancaman serupa juga membayangi pesisir selatan Jawa Barat. Potensi banjir rob diperkirakan terjadi pada 25–31 Oktober 2026, dengan pasang maksimum berlangsung pada pukul 20.00–24.00 WIB.

Wilayah yang berpotensi terdampak mencakup Pelabuhan Ratu, Ciracap, dan Ujung Genteng di Kabupaten Sukabumi; Pameungpeuk dan Cikelet di Kabupaten Garut; Agrabinta dan Sindangbarang di Kabupaten Cianjur; Cipatujah dan Cikalong di Kabupaten Tasikmalaya; serta Kalipucang dan Pangandaran di Kabupaten Pangandaran.

Peringatan tersebut berkaitan dengan fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan purnama dan perigee, yakni posisi bulan berada pada jarak relatif terdekat dengan Bumi. Kombinasi kedua fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.

(yuliantono/gin)


Editor : Inilahkoran