Laga Tanpa Jeda
EMPAT kompetisi, tujuh pertandingan dalam sebulan, dan jeda istirahat yang kian terbatas.Itulah tantangan yang harus dihadapi Persib Bandung pada Oktober 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Muhammad Ginanjar
Di tengah padatnya agenda Maung Bandung, Thom Haye menyadari bahwa menjaga kesiapan tim menjadi pekerjaan besar yang tak bisa dianggap enteng.
Bagi gelandang Timnas Indonesia itu, musim 2026/2027 menghadirkan tantangan tersendiri.
Persib tidak hanya dituntut bersaing di kompetisi domestik, tetapi juga harus membagi tenaga dan konsentrasi untuk menghadapi persaingan di level regional dan Asia.
Musim ini, Persib menjalani empat kompetisi sekaligus, yakni Super League, AFC Champions League (ACL) Two, ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup, dan League Cup. Konsekuensinya, pertandingan dengan jarak hanya beberapa hari bukan lagi sesuatu yang sesekali terjadi, melainkan bagian dari rutinitas yang harus dihadapi.
Haye mengakui, situasi tersebut menuntut lebih banyak hal dari seluruh anggota tim. Ia sebenarnya sudah merasakan periode dengan tiga pertandingan dalam sepekan pada musim sebelumnya. Namun, kini ada satu kompetisi tambahan yang membuat jadwal semakin rapat.
“Saya rasa musim lalu juga ada periode di mana kami bermain tiga pertandingan dalam seminggu. Satu-satunya perbedaannya untuk sekarang adalah kami ada tambahan satu ajang kompetisi lagi,” ujar Haye, Minggu (11/10).
Perbedaan itu mungkin terdengar sederhana.
Namun, dalam sepak bola profesional, tambahan satu kompetisi berarti lebih banyak pertandingan yang harus dijalani, lebih banyak perjalanan yang perlu ditempuh, serta waktu pemulihan yang semakin terbatas.
Bagi para pemain, tantangannya bukan semata-mata tampil selama 90 menit. Mereka juga harus menjaga kebugaran, mempertahankan konsentrasi, dan kembali siap bertanding ketika tubuh belum sepenuhnya pulih dari laga sebelumnya.
Haye memahami bahwa tidak banyak pilihan yang bisa dilakukan tim selain mempersiapkan diri sebaik mungkin.
“Jadi itu tentu menuntut banyak hal dari tim dan satu-satunya hal yang bisa kami lakukan adalah mencoba mempersiapkan diri sebaik mungkin,” tegasnya.
Periode sibuk telah dimulai pada 8 Oktober ketika Persib menghadapi Port FC dalam pertandingan perdana ACC Shopee Cup.
Hanya berselang tiga hari, mereka kembali turun ke lapangan untuk menjamu Dewa United dalam lanjutan Super League pada 11 Oktober.
Belum banyak waktu untuk beristirahat, Persib sudah ditunggu tantangan berikutnya.
Pada 14 Oktober, mereka dijadwalkan menghadapi The Cong-Viettel dalam pertandingan kedua Grup E ACL Two.
Empat hari berselang, giliran Persik Kediri yang akan dihadapi dalam kompetisi domestik pada 18 Oktober.
Rangkaian pertandingan itu kemudian berlanjut dengan dua laga tandang secara beruntun.
Persib harus bertamu ke markas Madura United pada 22 Oktober, sebelum melanjutkan perjalanan untuk menghadapi Garudayaksa FC pada 26 Oktober.
Setelah melewati dua pertandingan tandang tersebut, Persib kembali menghadapi ujian di kandang. Melbourne Victory FC, wakil Australia, dijadwalkan menjadi lawan pada 28 Oktober.
Artinya, dalam rentang waktu tersebut, para pemain harus terus berpindah dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, dengan tuntutan yang berbeda-beda di setiap kompetisi.
Faktor Pemulihan Jadwal padat membuat persiapan pertandingan tidak bisa hanya berfokus pada latihan di lapangan.
Waktu istirahat, pemulihan fisik, dan kesiapan taktik menjadi bagian penting dari upaya menjaga performa tim.
Dalam situasi seperti ini, setiap pertandingan menuntut perhatian penuh, sementara waktu untuk mengevaluasi penampilan sebelumnya semakin terbatas. Pemain dan tim pelatih harus mampu beradaptasi agar tetap siap menghadapi lawan berikutnya.
Kedalaman skuad juga berpotensi memainkan peran penting. Rotasi pemain dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kebugaran, meskipun keputusan tersebut tetap bergantung pada kebutuhan tim dan strategi pelatih dalam menghadapi setiap pertandingan.
Bagi Haye dan rekanrekannya, tantangan utamanya adalah menemukan keseimbangan antara ambisi meraih hasil maksimal dan kemampuan menjaga kondisi sepanjang musim yang panjang. (bsf)
Editor : Inilahkoran
