Lahan Pertanian dan Perikanan Warga di Gununghalu Bandung Barat Diterjang Longsoran Tebing

Lahan pertanian dan perikanan milik warga di Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat diterjang longsoran tebing setinggi 40 meter. Akibatnya lahan pertanian dan perikanan milik wargat tersebut rata tertutup lonsoran.

Lahan Pertanian dan Perikanan Warga di Gununghalu Bandung Barat Diterjang Longsoran Tebing
Intensitas hujan memicu tebing setinggi 40 meter dengan panjang 30 meter ambrol dan menimbun lahan sawah di Kampung Hegarmanah, RT 02 /RW 27, Desa Gununghalu, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

INILAHKORAN, Ngamprah - lahan pertanian dan perikanan milik warga di Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat diterjang longsoran tebing setinggi 40 meter. Akibatnya lahan pertanian dan perikanan milik wargat tersebut rata tertutup lonsoran.

Seperti diketahui, intensitas hujan memicu tebing setinggi 40 meter dengan panjang 30 meter ambrol dan menimbun lahan sawah di Kampung Hegarmanah, RT 02 /RW 27, Desa Gununghalu, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Tak hanya lahan pertanian yang baru saja ditanami padi, bencana Longsor tersebut juga ikut menutup kolam ikan milik warga. Akibatnya, puluhan kilogram ikan mati.

Salah seorang pemilik sawah yang terkena longsor, Ma'mun Samsudin (62) menyebut, lahan sawah miliknya yang tertimbun longsor luasnya sekitar 200 meter persegi. Sementara, dalam kolam ikan miliknya ada 25 kilogram ikan.

"Ada ikan nila dan mas. Semuanya habis diterjang longsor," katanya, Senin 7 November 2022.

Ia menuturkan, bencana longsor tersebut terjadi usai hujan deras dengan waktu cukup lama, pada beberapa pekan terakhir. Menurutnya, puncak hujan terjadi pada 28 Oktober 2022 sekitar pukul 16.00 WIB. 

Akibatnya, sambung dia, kondisi tanah di tebing itu menjadi labil dan mudah terbawa air. 

"Waktu itu hujan gak berhenti seharian. Pas saya lihat ke sini sore-sore tanah sudah habis menutup sawah dan kolam," jelasnya.

Ia mengaku, khawatir longsor tersebut bakal menerjang bangunan rumah di lokasi. Sebab, letak tebing longsor berdekatan dengan dua rumah warga. 

Selain itu, tiap kali hujan turun dirinya kerap was-was lantaran adanya longsor susulan mengingat posisi rumah berada di puncak tebing. 

"Khawatir juga ada longsor susulan. Jadi kalau hujan selalu waspada liat ke luar ada tanda-tanda retakan atau tidak," ucapnya.

Sebelumnya, Pemda KBB siap menaikan status siaga darurat bencana menghadapi musim penghujan. 

Menyikapi hal itu, Pemda KBB menyiapkan dana sebesar Rp15 miliar dari pos belanja tak terduga (BTT) telah disiapkan untuk mendukung status siaga darurat bencana.

Rencananya, status siaga darurat bencana akibat cuaca ekstrem atau hidrometeorologi akan diterapkan mulai Oktober 2022 hingga April 2023. 

Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo menyebut, penetapan status ini tinggal menunggu persetujuan Plt Bupati Bandung Barat. 

"Rencananya kita naikan status siaga darurat mulai Oktober 2022 hingga April 2023. Sekarang masih proses SK dari bupati," katanya belum lama ini.*** (agus satia negara).


Editor : Ghiok Riswoto