Lapuk Dimakan Usia, Sebuah Rumah di Sindangkerta Ambruk Rata dengan Tanah

Sebuah video memperlihatkan detik-detik sebuah bangunan rumah ambruk terekam kamera amatir warga dan viral di media sosial.

Lapuk Dimakan Usia, Sebuah Rumah di Sindangkerta Ambruk Rata dengan Tanah
Sebuah video memperlihatkan detik-detik sebuah bangunan rumah ambruk terekam kamera amatir warga dan viral di media sosial./istimewa

INILAHKORAN, Ngamprah - Sebuah video memperlihatkan detik-detik sebuah bangunan rumah ambruk terekam kamera amatir warga dan viral di media sosial.

Belakangan, rumah ambruk itu milik Tarmin
warga Kampung Pasir Kramat, RT04/08, Desa Cintakarya, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah tersebut ambruk lantaran sudah lapuk dimakan usia. Dalam video yang direkam warga memperlihatkan bangunan rumah Tarmin itu terbuat dari bambu tiba-tiba ambruk dan rata dengan tanah. Tangis histeris warga juga menyelimuti kejadian itu.

"Ya Allah, ieu imah runtuh (ya Allah, ini rumah roboh)," ucap warga dalam video tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Cintakarya, Agus Hambali membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, ambruknya rumah milik Tarmin diduga kuat akibat bangunan rumah yang sudah lapuk dimakan usia.

"Betul kang, bangunan itu sudah lapuk tidak terkontrol sama pemiliknya. Padahal, pihak desa pada tahun 2023 lalu sudah memberikan bantuan santunan sebesar Rp 4,5 juta namun belum direalisasikan pembangunannya," kata Agus, Rabu 17 Juli 2024.

Tak hanya itu, sebut Agus, anggaran yang diberikan pihak desa juga belum tercover sepenuhnya. Sebab, segala bantuan baik rumah tidak layak huni (rutilahu) maupun aspirasi dewan sulit untuk diproses.

"Bangunan rumah itu berdiri di atas tanah carik desa, sehingga kami masih menunggu tambahan anggaran untuk merenovasi rumah itu," sebutnya.

Sebelum bangunan ambruk, sambung Agus, pemilik rumah sudah membeli sebagian bahan material menggunakan anggaran yang diberikan pihak Desa Cintakarya.

"Pak Tarmin sudah membeli sebagian bahan material anggaran dari desa dan kami juga sudah mengimbau sebelumnya kepada pihak RT untuk memberitahu takutnya ambruk ternyata benar sudah lapuk dimakan usia dan ambruk hari ini," jelasnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

"Pas kejadian pemilik sedang tidak di dalam, lagi diluar, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," ucapnya.

"Saat ini sudah dalam tahap pembangunan, sudah mulai dibangun 2 hari ini, warga bersama perangkat kecamatan dan desa gotong royong," katanya.***


Editor : JakaPermana