Jembatan Antajaya Ambruk, Akses Warga Antajaya dan Buanajaya Terputus

Akibat derasnya arus Sungai Cigoha, Jembatan Antajaya yang berada di Kampung Pasirkalong RT 13 RW 04 Desa Antajaya, Kabupaten Bogor ambruk, Kamis (16/4/2026).

Jembatan Antajaya Ambruk, Akses Warga Antajaya dan Buanajaya Terputus
Jembatan Antajaya yang ambruk itu memiliki panjang sekiar 21 meter, tinggi 8 meter, dan lebar 6 meter merupakan akses penghubung warga Desa Antajaya dengan warga Desa Buanajaya. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Akibat derasnya arus Sungai Cigoha, Jembatan Antajaya yang berada di Kampung Pasirkalong RT 13 RW 04 Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor ambruk pada Kamis (16/4/2026) pukul 04.30 WIB.

Dampaknya, Jembatan Antajaya pun tidak bisa dilalui kendaraan roda dua ataupun kendaraan roda empat serta pejalan kaki.

"Dikarenakan hujan deras dengan intensitas tinggi yang cukup lama dan meluapnya aliran Sungai Cigoha, menyebabkan pengikisan pada lereng bawah jembatan sehingga mengakibatkan Jembatan Antajaya ambruk," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Muhamad Adam Hamdani.

Adam menuturkan, Jembatan Antajaya yang ambruk itu memiliki panjang sekiar 21 meter, tinggi 8 meter, dan lebar 6 meter merupakan akses penghubung warga Desa Antajaya dengan warga Desa Buanajaya.

Jajarannya pun mengusulkan, agar fondasi atau struktur Jembatan Antajaya diperkuat dengan bronjong.

"Apabila terjadi hujan deras kembali dikhawatirkan terjadi bencana tanah longsor susulan dan berdampak lebih parah, hingga harus segera dipasang bronjong,"  tuturnya.

Selain itu, agar transportasi warga dua desa tersebut  tidak terganggu, maka perlu dibangun jembatan bailey oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor.

"Kami juga sudah mengusulkan, agar di lokasi segera dibangun jembatan bailey atau jembatan darurat. Namun kewenangan disetujui atau tidaknya itu ada di Dinas PU," lanjutnya.


Editor : Doni Ramdhani