Liga Arab Desak Bantuan Gaza Tanpa Hambatan, Korban Tewas Disebut Tembus 74.000 Jiwa

Liga Arab mendesak akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan ke Gaza, penguatan gencatan senjata, dan pembentukan negara Palestina yang merdeka.

Liga Arab Desak Bantuan Gaza Tanpa Hambatan, Korban Tewas Disebut Tembus 74.000 Jiwa
Istimewa

INILAHKORAN.ID – Sekretaris Jenderal Liga Arab, Nabil Fahmy, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus mengupayakan berakhirnya penderitaan rakyat Palestina, khususnya penduduk Jalur Gaza yang menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan.

Fahmy mengatakan Liga Arab akan bekerja sama dengan negara-negara anggota dan mitra untuk memperkuat dukungan kemanusiaan, politik, dan hukum bagi rakyat Palestina. Organisasi tersebut juga berkomitmen mendorong pelaksanaan berbagai resolusi berdasarkan legitimasi internasional serta memastikan Jalur Gaza tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari negara Palestina yang merdeka.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui pidato Fahmy yang dibacakan oleh Asisten Sekretaris Jenderal sekaligus Kepala Sektor Palestina dan Wilayah Arab yang Diduduki, Duta Besar Dr. Faed Mustafa.

Pidato itu disampaikan dalam acara di Sekretariat Jenderal Liga Arab di Kairo, Mesir, untuk mengenang para korban serangan Israel di Jalur Gaza. Acara tersebut juga menegaskan kembali komitmen Liga Arab dalam membela martabat manusia, menegakkan hak-hak rakyat Palestina, dan mengakhiri penderitaan penduduk Gaza.

Liga Arab Soroti Korban dan krisis kemanusiaan Gaza

Mengutip data medis Palestina, Fahmy menyebut jumlah korban tewas di Jalur Gaza telah melampaui 74.000 orang, termasuk lebih dari 21.000 anak-anak.

Ia juga menyampaikan bahwa jumlah perempuan yang tewas atau terluka telah melampaui 35.000 orang sejak Oktober 2023.

Fahmy memperingatkan bahwa terbatasnya akses terhadap air bersih, makanan, dan obat-obatan semakin memperburuk kondisi warga sipil. Menyusutnya zona aman serta pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan dan bahan rekonstruksi turut memperberat krisis yang dihadapi penduduk Gaza.

Karena itu, ia menyerukan agar bantuan kemanusiaan dapat masuk tanpa hambatan. Pasokan obat-obatan, makanan, dan bahan bakar juga perlu dipastikan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain bantuan darurat, Fahmy menekankan pentingnya pemulihan jaringan air dan sanitasi serta pengoperasian kembali layanan-layanan penting. Menurutnya, pemulihan dan rekonstruksi tidak akan berjalan efektif tanpa adanya kondisi yang memungkinkan penduduk menjalani kehidupan secara bermartabat.

Liga Arab Dorong Penguatan gencatan senjata

Fahmy turut menyoroti keberadaan militer Israel yang berkelanjutan dan perluasan kendali atas sejumlah wilayah di Jalur Gaza. Menurutnya, kondisi tersebut membatasi ruang gerak warga sipil sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai kepatuhan terhadap ketentuan gencatan senjata.

Ia menekankan perlunya memperkuat gencatan senjata, memastikan penarikan pasukan sesuai komitmen yang telah disepakati, serta membuka ruang bagi otoritas Palestina untuk menjalankan perannya di Jalur Gaza.

Fahmy menegaskan bahwa upaya mencapai perdamaian yang adil membutuhkan jalur politik yang jelas. Jalur tersebut harus mengarah pada berakhirnya pendudukan, terjaganya keutuhan wilayah Palestina, dan terpenuhinya hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

Ia kembali menegaskan dukungan terhadap pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan perbatasan 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.

Menurut Fahmy, penyelesaian tersebut harus berlandaskan resolusi-resolusi internasional yang diakui serta Prakarsa Perdamaian Arab.***


Editor : JakaPermana