Lindungi Anak Lawan Perundungan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Kasus perundungan di asrama Telkom University Bandung yang berujung sanksi pemberhentian tetap atau drop out (DO) terhadap satu mahasiswa kembali menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
Di balik penindakan terhadap pelaku, pencegahan perundungan membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, pemerintah, hingga masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Siska Gerfianti, menilai perundungan tidak bisa dilihat sebagai persoalan tunggal.
Perilaku tersebut terbentuk dari berbagai faktor, mulai dari pola asuh keluarga, lingkungan pergaulan, budaya di sekolah, hingga pengaruh media sosial.
"Menurut pandangan kami bahwa perundungan di lingkungan pendidikan merupakan persoalan yang tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Kita tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah kurangnya pengawasan orang tua, karena ada banyak faktor yang saling berkaitan," ujar Siska, Rabu (14/10).
Menurut dia, menyederhanakan persoalan perundungan sebagai akibat lemahnya pengawasan orang tua berisiko mengabaikan faktor lain yang turut membentuk perilaku anak. Karena itu, upaya pencegahan perlu dimulai dengan memahami lingkungan tempat anak tumbuh, bergaul, dan belajar.
Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah anggapan tindakan menyakiti orang lain sekadar candaan atau bagian dari tradisi senioritas. Padahal, perilaku yang merendahkan, mengintimidasi, atau dilakukan berulang kali dapat meninggalkan dampak serius bagi korban, baik secara fisik maupun psikologis.
"Ada kalanya tindakan yang sebenarnya termasuk perundungan justru dianggap sebagai candaan, tradisi senioritas, atau hal yang biasa terjadi di antara anak-anak. Padahal, ketika tindakan tersebut menyakiti, merendahkan, mengintimidasi, atau dilakukan secara berulang, dampaknya terhadap korban bisa sangat serius, baik secara fisik maupun psikologis," ucapnya.
(yuliantono/gin)
Editor : Inilahkoran
