LLDIKTI Fasilitasi Publikasi Ilmiah
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cimahi - Menulis artikel ilmiah bukan sekadar menuangkan hasil penelitian ke dalam naskah. Dosen juga perlu memahami kaidah penulisan, menentukan jurnal yang tepat, hingga memastikan setiap tahapan publikasi berjalan sesuai etika akademik.
Namun, kemampuan tersebut belum dimiliki secara merata oleh dosen di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV. Keterbatasan fasilitas, sumber daya, dan akses informasi menjadi tantangan yang dapat menghambat produktivitas publikasi ilmiah di sejumlah perguruan tinggi.
Kondisi itu mendorong LLDIKTI Wilayah IV bekerja sama dengan Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) menggelar Program Fasilitasi Publikasi Artikel Ilmiah.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Fisip Unjani, Rabu (14/10), tersebut dirancang untuk membantu dosen memahami proses publikasi secara benar, mulai dari penyusunan naskah hingga pemilihan jurnal bereputasi.
Ketua Tim Kerja Sumber Daya LLDIKTI Wilayah IV, Idik Nursidik, mengatakan program ini berangkat dari kenyataan bahwa kemampuan dan dukungan ant perguruan tinggi belum sepenuhnya setara.
"Banyak dosen yang sebenarnya memiliki potensi namun terhambat oleh minimnya informasi mengenai jurnal yang kredibel, format penulisan yang tepat, serta pemahaman tentang etika publikasi," kata Idik di sela kegiatan.
Melalui kolaborasi tersebut, dosen mendapatkan pendampingan untuk menentukan jurnal tujuan, menyusun naskah sesuai kaidah ilmiah, dan memastikan proses penerbitan memenuhi standar integritas akademik.
Menurut Idik, salah satu kendala yang kerap ditemui adalah ketidaktahuan dosen mengenai jurnal yang sesuai dengan hasil penelitian mereka serta format penulisan yang harus dipenuhi.
"Salah satu kendala yang paling umum ditemui adalah dosen belum mengetahui di mana karya ilmiah mereka seharusnya diterbitkan dan bagaimana bentuk penulisan yang benar," jelasnya.
Dia menilai, perguruan tinggi yang memiliki sumber daya dan pengalaman lebih memadai dapat berperan membantu mengatasi kesenjangan tersebut.
(agus satia negara/gin)
Editor : Inilahkoran
