Polisi Gelar Patroli Dialogis di Tujuh Sekolah

Polisi Gelar Patroli Dialogis di Tujuh Sekolah
PATROLI DIALOGIS: Direktorat Samapta Polda Metro Jaya menyambangi sejumlah sekolah melalui patroli dialogis untuk memperkuat komunikasi dengan pelajar dan guru.(ANTARA/HO-POLDA METRO JAYA)

INILAH, Jakarta - Lingkungan belajar yang aman bukan hanya soal ruang kelas dan fasilitas pendidikan. Kehadiran orang-orang yang membuat siswa merasa terlindungi, didengar, dan berani bercerita juga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman.

Upaya itu dilakukan Direktorat Samapta Polda Metro Jaya melalui patroli dialogis ke tujuh sekolah di Jakarta. Tak sekadar berpatroli, personel kepolisian membangun komunikasi dengan siswa dan guru untuk memperkuat hubungan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman.

Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Pol. Wahyu Dwi Aribowo mengatakan, kegiatan tersebut mengedepankan pendekatan humanis melalui interaksi langsung dengan warga sekolah.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memelihara keamanan sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan warga sekolah," kata Wahyu dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (14/10).

Patroli yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang itu melibatkan personel patroli motor dan patroli kota Dit Samapta Polda Metro Jaya. Tujuh sekolah yang disambangi yakni SMAN 24 Jakarta, SDN 01 Gondangdia, SMKN 19 Jakarta, SMAN 6 Jakarta, SDN 09 Cideng, SDN 10 Cideng, dan SDN 09 Bendungan Hilir.

Di SDN 09 Cideng dan SDN 10 Cideng, personel kepolisian berinteraksi dengan para siswa sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan. Sementara itu, di SDN 09 Bendungan Hilir, petugas berdialog dengan guru untuk memperkuat komunikasi dengan tenaga pendidik.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan polisi lebih dekat dengan kehidupan pelajar. Sekolah tidak hanya membutuhkan pengawasan keamanan, tetapi juga ruang komunikasi yang memungkinkan siswa menyampaikan persoalan tanpa merasa takut.

Wahyu mengatakan, kegiatan itu sejalan dengan arahan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto mengenai pentingnya kehadiran polisi sebagai sahabat anak. Pembinaan karakter, penanaman etika, serta pencegahan perundungan juga menjadi perhatian dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat.

Melalui patroli dialogis, kepolisian mendorong tumbuhnya sikap saling menghormati dan kepedulian terhadap sesama. Para siswa juga diharapkan memiliki keberanian untuk meminta pertolongan ketika menghadapi persoalan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Menurut Wahyu, upaya menciptakan keamanan di sekolah tidak dapat berjalan sendiri. Kerja sama antara kepolisian, tenaga pendidik, dan orang tua diperlukan agar perlindungan terhadap pelajar berlangsung secara berkelanjutan. (gin)


Editor : Inilahkoran