Tobat Ekologis Tanamkan Kepedulian

Tobat Ekologis Tanamkan Kepedulian
RAWAT LINGKUNGAN: Seorang siswa sedang memberikan contoh dalam perawatan lingkungan di sekolah.(ANTARA/HO-DLH KOTA TANGERANG)

INILAH, Tangerang - Kepedulian terhadap lingkungan tidak tumbuh dalam sehari. Kebiasaan memilah sampah, menghemat air, hingga menggunakan energi secara bijak perlu dibangun sejak dini agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Semangat itulah yang ingin ditanamkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Banten, melalui Gerakan Tobat Ekologis. Program ini melibatkan sejumlah satuan pendidikan untuk memperkuat penerapan prinsip pelestarian lingkungan sekaligus menjadi pintu masuk menuju Sekolah Adiwiyata.

Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana mengatakan, gerakan tersebut dirancang untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini.

Selain membentuk kebiasaan ramah lingkungan, program ini diarahkan untuk mendorong peningkatan sarana dan prasarana sekolah yang mendukung pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Gerakan Tobat Ekologis tidak hanya berhenti pada ajakan menjaga kebersihan. Pelaksanaannya mencakup pengelolaan sampah, sanitasi, konservasi air dan energi, hingga pembiasaan perilaku ramah lingkungan di sekolah yang belum tersentuh program Adiwiyata.

"Pelaksanaannya akan dirumuskan secara bertahap, mulai dari sadar, refleksi, komitmen, perubahan, aksi, pembiasaan, hingga mengakar menjadi budaya di tengah masyarakat," kata Yudi, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (14/10).

Tahapan tersebut menempatkan perubahan perilaku sebagai bagian penting dari upaya pelestarian lingkungan. Kesadaran diharapkan tidak berhenti pada pemahaman tentang persoalan lingkungan, tetapi berlanjut menjadi komitmen dan tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten.

Sekolah menjadi ruang strategis untuk membangun kebiasaan itu. Melalui aktivitas sehari-hari, peserta didik dapat belajar bahwa persoalan lingkungan berkaitan erat dengan pilihan dan perilaku manusia, mulai dari cara membuang sampah hingga penggunaan air dan listrik.

Yudi menjelaskan, Gerakan Tobat Ekologis juga menjadi program pengantar bagi satuan pendidikan sebelum memasuki kategori Sekolah Adiwiyata. Melalui program tersebut, siswa diharapkan tumbuh menjadi agen perubahan yang membawa kebiasaan ramah lingkungan ke rumah dan masyarakat. (gin)


Editor : Inilahkoran