Macron Tetap Kunjungi Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis

Emmanuel Macron tetap melanjutkan kunjungan ke empat negara Teluk untuk membahas pasokan energi di tengah demonstrasi dan kerusuhan di Prancis.

Macron Tetap Kunjungi Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis
Emmanuel Macron tetap melanjutkan kunjungan ke empat negara Teluk untuk membahas pasokan energi di tengah demonstrasi dan kerusuhan di Prancis.

INILAHKORAN.ID – Presiden Prancis Emmanuel Macron tetap melanjutkan agenda kunjungan ke sejumlah negara Teluk untuk membahas pasokan bahan bakar dan gas serta kondisi pasar energi, meskipun Prancis dilanda kerusuhan akibat demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup.

Kunjungan yang telah dijadwalkan tersebut berlangsung mulai Senin hingga Rabu (21/10), dengan tujuan Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, dan Qatar.

“Para pengunjuk rasa telah menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai biaya hidup dan harga bahan bakar. Saya telah mengambil beberapa inisiatif di tingkat internasional untuk menjamin pasokan bahan bakar dan gas, serta menangani situasi di pasar energi. Besok pagi, saya akan melanjutkan upaya ini dengan melakukan kunjungan ke negara-negara Teluk Persia,” kata Macron dalam pidato yang disiarkan Istana Élysée, Minggu (18/10).

Sebelumnya, pada Sabtu (17/10), demonstrasi besar-besaran menentang kenaikan biaya hidup dan lonjakan harga terjadi di berbagai wilayah Prancis.

Aksi tersebut diwarnai bentrokan antara demonstran dan polisi, serta kerusuhan, penjarahan, dan perusakan fasilitas umum maupun properti.

Sejumlah pemuda yang bertindak anarkis dilaporkan memecahkan kaca toko serta membakar halte bus dan mobil. Untuk membubarkan massa yang rusuh, polisi menggunakan gas air mata, granat kejut, dan meriam air.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez menyebutkan, lebih dari 2.000 orang telah ditahan dalam rangkaian peristiwa tersebut. Selain itu, lebih dari 600 anggota polisi dan petugas pemadam kebakaran dilaporkan mengalami luka-luka.

Demonstrasi itu diikuti sekitar 550.000 orang di seluruh Prancis, termasuk 110.000 orang di Paris.

Di tengah situasi tersebut, Macron tetap menjalankan agenda diplomatiknya ke kawasan Teluk. Kunjungan itu diarahkan untuk mengupayakan jaminan pasokan energi dan merespons perkembangan pasar bahan bakar serta gas di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap biaya hidup.***


Editor : JakaPermana