INILAHKORAN, Bandung - Manajer Timnas
Thailand Nualphan Lamsam atau yang akrab disapa Madam Pang tetap mengucapkan terimakasih kepada seluruh suporter
Timnas Indonesia, meski sempat ada insiden kaca bus
Thailand pecah dilempar batu.
Menurut Madam Pang, pihaknya tidak mempermasalahkan insiden tersebut. Ia mengaku senang dengan atmosfir yang diberikan suporter
Timnas Indonesia di
Piala AFF 2022 ini, yang memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
"Terima kasih banyak. Ini merupakan pertandingan yang keren. Kita punya hubungan yang kuat antara Indonesia dan
Thailand. Sebagai manajer, saya berterima kasih untuk seluruh suporter
Timnas Indonesia," papar Madam Pang.
"Buat saya itu tidak apa-apa. Kami tetap bisa melewatinya juga. Saya tidak berpikir ini menjadi masalah karena kami baik-baik saja," jelasnya terkait insiden bus.
"Ini memang pertandingan yang membuat kami tertekan, ketika kami dihukum penalti dan tertinggal 1-0, lalu dikartu merah. Terima kasih dan pujian buat para pemain yang berhasil bangkit lewat Sarach Yooyen untuk menyamakan jadi 1-1, kami masih nomor satu di grup ini," pungkasnya.
Dalam laga grup A
Piala AFF 2022 ini, Marc Klok membawa keunggulan
Timnas Indonesia lewat eksekusi penalti brilian pada menit ke-50. Penalti diberikan setelah bek
Thailand Theerathon Bunmathan melakukan pelanggaran di kotak terlarang.
Kemudian,
Timnas Indonesia mendapatkan keuntungan ketika Sanrawat Dechmitr diberi kartu merah langsung oleh wasit di menit ke-62, setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Saddil Ramdani.
Meski unggul jumlah pemain, gawang Indonesia justru kebobolan di menit ke-79, saat operan dari Asnawi dipatahkan oleh Adisak yang kemudian melepaskan umpan ke tengah dan diterima dengan baik oleh Sarach.
Sarach langsung melepaskan tembakan ke gawang, bola yang memantul dari kaki pemain Indonesia tak mampu diselamatkan oleh kiper Indonesia Nadeo, skor 1-1 hingga laga usai.
Selanjutnya,
Timnas Indonesia akan menjalani laga hidup mati melawan Filipina pada 2 Januari 2023 mendatang. Sementara
Thailand akan meladeni Kamboja di hari yang sama.***(Ridwan Firdaus)