Masuk Simulasi Bursa Capres di Survei Indikator Politik Indonesia, Dedi Mulyadi: Masih Kejauhan

Nama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi kembali mencuat di panggung politik nasional. 

Masuk Simulasi Bursa Capres di Survei Indikator Politik Indonesia, Dedi Mulyadi: Masih Kejauhan
Dalam survei terbaru Indikator Politik Indonesia, bila pemilihan presiden dan wakil (Pilpres) dilakukan hari ini, hasil simulasinya Dedi secara mengejutkan menempati posisi kedua calon presiden (capres) dengan elektabilitas 18,4 persen, mengungguli sejumlah tokoh nasional. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Nama Gubernur Jabar Dedi Mulyadi kembali mencuat di panggung politik nasional. 

Dalam survei terbaru Indikator Politik Indonesia, bila pemilihan presiden dan wakil (Pilpres) dilakukan hari ini, hasil simulasinya Dedi secara mengejutkan menempati posisi kedua calon presiden (capres) dengan elektabilitas 18,4 persen, mengungguli sejumlah tokoh nasional.

Namun, alih-alih menanggapi serius hasil tersebut, Dedi memilih merendah. Ia menegaskan tak mau larut dalam wacana politik lima tahun mendatang.

“Fokus saya mah kerja, udahlah. Masih kejauhan, jangan ngomongin dulu 2029,” ujar Dedi saat ditemui usai pembukaan West Java Festival 2025 di Kiara Artha Park, Kota Bandung, Minggu 9 November 2025.

Dia mengatakan, yang lebih penting saat ini adalah memastikan seluruh program pembangunan di Jawa Barat berjalan efektif. Ia menyebut keuangaan daerah akan terus digerakkan untuk kepentingan publik.

“Kita ngomongin dulu besok, ini duit di kas provinsi akan terus dibelanjakan,” ucapnya.

Sebelumnya, dalam survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 20–27 Oktober 2025, menempatkan Prabowo Subianto di posisi puncak dengan 46,7 persen, disusul Dedi Mulyadi dengan 18,4 persen.

“Prabowo Subianto menempati posisi teratas dengan 46,7 persen, disusul Dedi Mulyadi 18,4 persen,” kata Burhanuddin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, dalam rilis survei bertajuk Evaluasi Publik Setahun Kinerja Pemerintah Prabowo–Gibran yang digelar via Zoom, Sabtu 8 November 2025 kemarin.

Dedi berhasil mengungguli Anies Baswedan (9 persen), Gibran Rakabuming Raka (4,8 persen), Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (3,9 persen), dan Ganjar Pranowo (3,7 persen).

“Dan ada nama baru, Purbaya Yudhi Sadewa. Meskipun waktu kita survei beliau relatif baru menjadi menteri, khususnya Menteri Keuangan, namanya mulai menyelinap di balik memori publik. Jadi ada 1,5 persen dari total 25 nama yang kita uji dalam simulasi,” ujar Burhanuddin.

Beberapa nama lain berada di bawah dua persen, seperti Sherly Tjoanda Laos (1,1 persen), Khofifah Indar Parawansa (0,5 persen), Erick Thohir (0,4 persen), Kaesang Pangarep (0,4 persen), dan Puan Maharani (0,1 persen).


Editor : Doni Ramdhani