Masyarakat Takut Krisis Moneter Seperti 1998 saat Dolar Naik, Menkeu: Jangan Khawatir
Menkeu Purbaya minta masyarakat jangan khawatir saat nilai dollar AS kini naik takut terjadi krisis moneter seperti 1998.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat ini banyak harga bahan baku dan barang ikut naik saat Dolar AS naik hingga Rp17.630.
Akibat hal tersebut, kini banyak masyarakat merasa khawatir jika krisis moneter seperti di tahun 1998 akan kembali terjadi.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak anggapan yang menyamakan pelemahan nilai tukar rupiah saat ini dengan situasi krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 karena fondasi ekonomi nasional saat ini masih sangat kokoh.
"Kalau rupiah melemah, seolah-olah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda, 1998 itu kebijakannya salah dan 'instability social-politic' terjadi setelah setahun kita resesi," jelas Purbaya.
Purbaya menjelaskan krisis moneter 1998 terjadi karena pada pertengahan tahun 1997 Indonesia sudah mengalami resesi ekonomi.
Hal ini kemudian terjadi ketidak stabilan kondis sosial politik dan memicu krisis moneter pada 1998.
Sedangkan saat ini, Purbaya menyatakan kondisi domestik belum mengalami hal tersebut karena pertumbuhan ekonomi dinilai masih berjalan kencang.
Menurut Purbaya, situasi sekarang memberikan ruang yang cukup bagi pemerintah untuk memperbaiki seluruh indikator makro yang terdampak gejolak pasar global.
Terkait penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menyentuh level 6.628 pada pembukaan pasar pagi ini, Menkeu menegaskan bahwa fluktuasi tersebut murni disebabkan oleh faktor sentimen jangka pendek.
"Jadi teman-teman nggak usah khawatir. Investor pasar saham, kalau saya bilang, jangan takut serok bawah sekarang. Kalau saya lihat tekniknya, sehari dua hari udah balik. Jadi jangan lupa beli saham," tuturnya.***
Editor : Irma Nurfajri

