Matangkan Penataan Dadaha, Pemkot Tasikmalaya Fokus Parkir, PKL hingga Ruang Publik

Pemkot Tasikmalaya terus mematangkan rencana penataan kawasan Kompleks Olahraga Dadaha. Kini, masih berada pada tahap pembahasan dan penyusunan konsep.

Matangkan Penataan Dadaha, Pemkot Tasikmalaya Fokus Parkir, PKL hingga Ruang Publik
Tim Penataan Kawasan Kompleks Olahraga Dadaha saat rapat kordinasi di Ruang Kasatpol PP Kota Tasikmalaya, Selasa (28/7/2026). (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Pemerintahan Kota (Pemkot) Tasikmalaya terus mematangkan rencana penataan kawasan Kompleks Olahraga Dadaha. 

Penataan yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) ini diproyeksikan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan parkir, penataan pedagang, hingga optimalisasi ruang publik agar kawasan tersebut lebih tertib, nyaman, dan representatif bagi masyarakat.

Proses penataan kawasan Kompleks Olahraga Dadaha saat ini masih berada pada tahap pembahasan dan penyusunan konsep oleh tim yang dibentuk Pemkot Tasikmalaya. Penataan tidak hanya menyasar keberadaan pedagang kaki lima dan sistem parkir, tetapi juga pembenahan ruang-ruang publik yang selama ini dinilai belum tertata optimal.

Kepala Satpol PP Kota Tasikmalaya Yogi Subarkah mengatakan, penataan dilakukan secara komprehensif agar fungsi Dadaha sebagai pusat olahraga, rekreasi, sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih baik.

"Penataan kawasan Dadaha saat ini masih dalam tahap pembahasan dan pematangan oleh tim yang telah dibentuk Pemkot Tasikmalaya. Termasuk mengatur optimalisasi ruang-ruang publik di sana yang saat ini kondisinya relatif tidak beraturan," ujar Yogi, Selasa (28/7/2026).

Sementara itu, Kepala UPTD Dadaha Dadang Ismail menjelaskan pemetaan terhadap pedagang, area parkir, dan tata kelola kawasan telah dilakukan sebagai dasar penyusunan konsep penataan. Sejumlah pembenahan juga mulai direalisasikan melalui kolaborasi lintas sektor.

Lima unit kamera pengawas (CCTV) dipasang bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika, sementara Dinas Perhubungan menambah penerangan jalan umum di tujuh titik kawasan Dadaha. Selain itu, lorong menuju jogging track mulai dipercantik melalui pengecatan yang melibatkan dukungan pihak swasta dengan konsep pentahelix.

Di tengah proses pembenahan tersebut, pengelola Dadaha masih menghadapi persoalan pengelolaan sampah setelah operasional depo sampah Dadaha ditutup sejak 22 Juli 2026. Hingga kini belum tersedia lokasi penampungan sementara sehingga sampah harus langsung diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir.

"Katanya kita diarahkan langsung ke TPA Ciangir. Sehari dua kali kita angkut sampah. Kalau weekend bisa sampai empat kali pakai kolbak. Kami ke Depo Pasar Lama ditolak, Bale Wiwitan juga per hari ini ditolak. Ke Depo Pancasila juga ditolak," jelas Dadang.

"Per hari ini masih di bak kolbak kami. Kita sedang cari solusi." tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya Feri Arif Maulana menyatakan pihaknya telah menyiapkan beberapa lokasi alternatif sebagai tempat penampungan sementara setelah eks TPS Dadaha ditutup.

"Solusinya diarahkan ke TPS Pasar Lama, TPS Pancasila, TPS Cikalang, sama TPS Taman Harapan." ujar Feri.


Editor : Doni Ramdhani