McDonald's Indonesia Bangun Kemitraan untuk Tumbuh Bersama Pemasok Lokal
Bagi McDonald’s Indonesia, membangun rantai pasok yang mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 300 restoran membutuhkan hubungan yang konsisten dan berkelanjutan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bagi McDonald’s Indonesia, membangun rantai pasok yang mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 300 restoran membutuhkan hubungan yang konsisten dan berkelanjutan dengan para pemasok.
Supply Chain & Quality Assurance Director PT Rekso Nasional Food Ronni Rombe mengatakan, saat ini sekitar 76 persen bahan baku McDonald’s Indonesia dibeli dari mitra dalam negeri, termasuk sayuran, telur, beras, cabai, dan minyak goreng.
Bahkan, untuk bahan baku ayam, seluruhnya dipasok oleh peternak lokal yang harus mengirimkannya dalam kondisi segar setiap hari ke restoran.
"Hubungan McDonald's Indonesia dengan para mitra bukan sekadar membeli, tapi diawali niat kuat agar dapat tumbuh bersama. Membawa semangat 'Sepenuhnya Indonesia', kami secara konsisten membina ratusan mitra melalui transfer pengetahuan, audit, benchmarking, hingga study visit sampai ke luar negeri," kata Ronni dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, melalui proses tersebut pihaknya berbagi praktik terbaik dan memperkenalkan standar kualitas bertaraf global yang harus dipenuhi, termasuk dalam aspek keamanan pangan dan kesejahteraan hewan. Dia mengaku sebuah kebanggaan ketika para mitra terus mengembangkan kapabilitas mereka hingga bisa bersaing secara mandiri di pasar.
Dia menjelaskan, sekitar 86% dari total belanja pemasok McDonald’s Indonesia dialokasikan kepada mitra lokal. Hubungan kemitraan tersebut tidak berhenti pada transaksi pembelian bahan baku.
Selama 35 tahun, McDonald’s Indonesia membangun kemitraan jangka panjang dengan ratusan pemasok lokal yang berkembang menjadi proses peningkatan kapabilitas melalui transfer pengetahuan, audit, benchmarking, dan penerapan standar operasional yang membantu pelaku usaha lokal memperkuat bisnisnya mengikuti standar industri yang terus berkembang. Kemitraan itu pun turut menghasilkan multiplier effect dengan menggerakkan rantai ekonomi lokal dan menghadirkan ribuan lapangan kerja.
Proses tersebut menjadi bagian dari upaya membantu pemasok memperkuat sistem dan kemampuan operasional mereka. Salah satunya adalah PT Ciomas Adisatwa, bagian dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA Group), yang merupakan salah satu mitra pemasok ayam McDonald’s Indonesia yang bergerak di bidang budidaya unggas komersial dan telah menjalin kerja sama selama lebih dari tiga dekade.
Bagi PT Ciomas Adisatwa, standar dan proses pembinaan yang diterapkan McDonald’s Indonesia tidak hanya menjadi persyaratan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, tetapi juga menjadi salah satu referensi dalam meningkatkan proses kerja dan kualitas produksi di peternakan ayam mereka.
Head of Production Region Jabar 3 PT Ciomas Adisatwa Rendhiq Ramadhan menuturkan, standar yang diterapkan McDonald’s Indonesia menjadi salah satu referensi eksternal untuk terus melakukan continuous improvement.
"Proses audit berkala mendorong kami untuk memastikan SOP (standard operating procedure) dijalankan secara tepat dan konsisten. Pada akhirnya, standar tersebut tidak hanya bermanfaat dalam hubungan kami dengan McDonald’s Indonesia, tetapi juga menjadi salah satu dasar kami dalam mengembangkan bisnis dan melayani pelanggan lainnya," jelasnya.
Tak hanya mitra dengan skala besar, peluang untuk berkembang juga terbuka bagi mitra yang berawal dari skala lebih kecil. Seperti yang dialami Made Gunada, petani asal Bali yang memulai kerja sama dengan McDonald’s Indonesia sejak 1993.
Dari sebidang lahan kecil, bisnisnya kini telah berkembang hingga Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur serta memasok kebutuhan lebih dari 50 persen restoran McDonald’s Indonesia.
Pertumbuhan tersebut tidak hanya meningkatkan skala usaha Made, tetapi juga memperluas kesempatan ekonomi bagi petani lain yang terlibat dalam ekosistemnya. Dengan berkembangnya usaha ke beberapa wilayah, kini ratusan petani turut bergantung pada aktivitas pertanian yang dijalankan.
“Dampak ekonomi dari kemitraan ini tidak hanya dirasakan oleh usaha kami, tetapi juga oleh masyarakat lokal yang menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian. Bahkan, beberapa anak petani mulai melihat sektor pertanian sebagai pekerjaan yang menjanjikan dan pilihan untuk ditekuni,” jelas Made.
Sementara itu, studi independen Oxford Economics untuk periode April 2024-Maret 2025 mencatat aktivitas McDonald’s Indonesia turut mendukung sekitar 48.700 lapangan kerja di berbagai sektor.
Temuan ini menunjukkan efek berantai dari penciptaan lapangan kerja, di mana setiap 100 karyawan McDonald’s Indonesia turut mendukung hingga 330 lapangan kerja tambahan di berbagai sektor ekonomi lokal, mulai dari pertanian, distribusi, hingga jasa pendukung. Seiring dengan pertumbuhan bisnis, para pemasok juga membutuhkan lebih banyak tenaga kerja dan aktivitas pendukung di berbagai daerah.
Contohnya terlihat di fasilitas produksi Padahanten Farm milik PT Ciomas Adisatwa di Majalengka, Jawa Barat. Peternakan mempekerjakan 41 pekerja tetap dan membutuhkan lebih dari 50 pekerja tambahan pada periode tertentu, terutama untuk proses panen dan bongkar muat. Sementara itu, fasilitas rumah potong ayam PT Japfa Food Indonesia bisa mempekerjakan sekitar 400-1.500 orang per fasilitas.
Editor : Doni Ramdhani
