Menabung Sehat Sejak Remaja
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Mataram - Jumat pagi menjadi waktu bagi para siswi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, untuk membiasakan diri menjaga kesehatan. Sebelum memulai aktivitas belajar, mereka diarahkan sarapan terlebih dahulu, kemudian meminum tablet tambah darah (TTD) secara serentak di sekolah.
Kebiasaan sederhana itu menjadi bagian dari Kampanye Aksi Bergizi yang digencarkan Pemerintah Kota Mataram. Program tersebut menyasar remaja usia sekolah, terutama remaja putri tingkat SMP dan SMA sederajat, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya asupan gizi sekaligus mencegah anemia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram Emirald Isfihan mengatakan, program tersebut dilaksanakan serentak di sekolah negeri maupun swasta. Untuk tingkat SMP negeri, kegiatan secara simbolis berlangsung di SMP Negeri 12 Mataram, SMP Negeri 3 Mataram, SMP Negeri 8 Mataram, SMP Negeri 1 Mataram, dan SMP Negeri 11 Mataram.
"Program itu dimaksudkan untuk mendorong siswa mengonsumsi makanan dan minuman dengan menu yang sehat serta mencukupi kebutuhan nutrisi harian, serta mencegah dan mengatasi anemia khususnya bagi remaja putri melalui pembiasaan minum Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin satu minggu sekali," katanya di Mataram, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (20/10).
Upaya tersebut berangkat dari persoalan yang masih ditemukan di kalangan pelajar. Berdasarkan evaluasi dan data pemeriksaan kesehatan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), masih banyak siswi yang mengalami anemia.
Salah satu penyebab yang menjadi perhatian adalah kebiasaan membawa pulang tablet tambah darah tanpa meminumnya. Akibatnya, pemberian suplemen belum tentu diikuti konsumsi secara rutin sebagaimana yang diharapkan.
Melalui Kampanye Aksi Bergizi, kebiasaan itu hendak diubah. Sekolah bersama unsur terkait memastikan para siswi meminum TTD secara langsung dan serentak setiap Jumat pagi. Dengan cara tersebut, pemberian tablet tidak berhenti pada distribusi, tetapi dilanjutkan dengan pembiasaan konsumsi.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan sebelum tablet diminum. Para siswi harus mendapatkan sarapan terlebih dahulu agar kebutuhan makan pagi mereka terpenuhi.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Dinas Kesehatan Kota Mataram berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Lembaga tersebut diminta mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih pagi setiap Jumat sehingga siswa dapat sarapan sebelum meminum TTD.
"Kami sudah koordinasi dengan SPPG, agar setiap hari Jumat dapat mendistribusikan MBG lebih pagi agar anak-anak bisa sarapan, kemudian minum TTD di sekolah," ujar Emirald.
Dinas Kesehatan juga memastikan ketersediaan tablet tambah darah melalui distribusi gratis secara berkala, setiap dua minggu hingga satu bulan sekali, dengan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan.
Sasarannya mencakup ratusan ribu siswi SMP dan SMA sederajat di Kota Mataram. Besarnya cakupan tersebut membuat keterlibatan sekolah menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan program dan membangun kebiasaan hidup sehat sejak remaja. (gin)
Editor : Inilahkoran
