Mental Juara Tak Mengenal Jeda

Mental Juara Tak Mengenal Jeda
MENANG: Para pemain Persib Bandung merayakan kemenangan tipis 1-0 menghadapi Persik Kediri di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (19/10 malam WIB.(INILAH/ADAM HUSEIN)

INILAH, Bandung- Fisik boleh saja diperas jadwal teramat padat. Namun, mental juara tak pernah mengenal kata libur.

Ungkapan di atas menggambarkan perjuangan Persib Bandung di awal musim kompetisi 2026/2027. Belum kering keringat mengucur deras demi meraih kemenangan melawan Persik Kediri, mereka harus langsung mengalihkan fokus untuk laga tandang kontra Madura United.

Menyaksikan Persib bertanding di musim ini ibarat melihat sebuah mesin yang tak boleh berhenti berputar. Mereka tidak hanya bertarung di liga domestik, melainkan juga harus membagi fokus dan energi di panggung Asia (AFC Champions League Two) dan Shopee Cup.

Pelatih Igor Tolic sendiri secara terbuka mengakui tantangan ini. Skuat Persib, sekaya apa pun talenta di dalamnya, tetaplah manusia biasa yang bisa merasakan asam urat menumpuk dan otot yang menegang.

Bayangkan saja, setelah merayakan kemenangan tipis 1-0 atas Persik Kediri, masa pemulihan mereka langsung terpangkas oleh perjalanan jauh ke Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan.

Rutinitas mereka dalam beberapa hari terakhir bukan lagi tentang taktik yang rumit, melainkan tentang bagaimana memejamkan mata di pesawat atau bus, memaksimalkan sesi pijat fisik, serta menjaga asupan nutrisi agar tidak ambruk di tengah lapangan.

Pertandingan pekan keenam Super League 2026/2027 ini akan digelar di Stadion Madura Gelora Ratu Pamelingan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Kamis (22/10).

Igor mengaku sudah memiliki rencana dalam menghadapi Madura United dengan cara sederhana. Sebab, kondisi ini bukan kali pertama dialami timnya.

“Ya, ini sangat sederhana untuk dijalani. Pemulihan, naik whoosh, penerbangan, atau mungkin kami akan terbang dari Bandung,” ungkap Igor, Senin (19/10).

Karena itu, lanjutnya, Persib hanya akan memanfaatkan waktu jelang melawan Madura United dengan pemulihan dan perjalanan.

“Lalu kami di hotel, makan malam setelah latihan ini, satu kali meeting dan pertandingan. Jadi ini rencananya. Dan ini berlaku untuk tiga pekan ke depan juga,” bebernya.

Mental Baja Sejak dipercaya memegang tongkat estafet kepelatihan, Igor  sadar ia memikul ekspektasi raksasa dari publik Jawa Barat. Namun, alih-alih merasa tertekan, dirinya justru menemukan energi luar biasa dari dalam ruang ganti timnya sendiri.

Dalam beberapa laga terakhir, Persib berkali-kali diuji oleh situasi sulit. Mereka sempat tertinggal di Thailand melawan Port FC sebelum membalikkan keadaan secara dramatis menjadi 3-1, lalu bangkit dari ketertinggalan dua gol saat melawan Dewa United, hingga puncaknya bertarung habis-habisan dalam kondisi fisik yang terkuras melawan Persik.

"Mereka semua adalah orang-orang yang istimewa. Selamat untuk para pemain. Mereka memiliki karakter yang luar biasa, tidak mau menyerah, dan selalu memberikan yang terbaik," ungkapnya Kekaguman Igor terpancar jelas lewat bagaimana ia memperlakukan pemainnya. Ia tak segan melayangkan pujian setinggi langit, seperti saat menjuluki bek sayapnya, Eliano Reijnders, sebagai "Iron Man" karena daya juangnya yang seolah tak punya rasa lelah di tengah jadwal kompetisi yang mencekik.

Namun, Igor juga menegaskan bahwa ini adalah kerja kolektif. Pendekatan humanis yang ia bawa berhasil menjaga keharmonisan ruang ganti.

Saat kritik tajam sempat menghampiri taktiknya, Igor memilih pasang badan dan tetap fokus merawat mental bertanding para pemain mudanya serta para pilar senior agar tetap haus akan kemenangan.

Bagi pelatih berusia 49 tahun tersebut, mental juara Persib tidak berdiri sendiri. Struktur mental itu diperkuat oleh dinding kokoh bernama Bobotoh.

Igor sangat memahami bahwa setiap tetes keringat para pemain di lapangan dipicu oleh ribuan pasang mata yang tak pernah berhenti bernyanyi.

"Mereka berjuang di setiap pertandingan dengan stadion yang penuh, demi para penggemar, demi semua orang yang menonton, dan semua orang yang menyukai warna biru," pungkas Igor. (muhammad ginanjar/bsf)


Editor : Inilahkoran