Mimpi Jalan Mulus yang Rentan Terputus
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cirebon- Pemerintah Kabupaten Cirebon tengah berpacu dengan waktu untuk membenahi infrastruktur jalan yang ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2028.
Namun, realisasi pembenahan bisa mundur satu tahun ke 2029 jika kondisi anggaran daerah membutuhkan waktu penyesuaian.
Bupati Cirebon Imron menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memprioritaskan apa yang paling dibutuhkan warga dalam aktivitas sehari-hari mereka.
“Kami menargetkan perbaikan infrastruktur jalan bisa tuntas pada 2028. Namun, kalau kondisi anggaran dan pembangunan belum berjalan normal, kemungkinan penyelesaiannya bisa sampai 2029,” ujar Imron dengan terbuka, Rabu (23/9).
Bagi Imron, jalan yang layak adalah sebuah keharusan demi mendukung keringat dan kerja keras masyarakat di berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga pendidikan.
Sejatinya, jalanan yang mulus bukan sekadar urusan aspal atau beton bagi warga Cirebon. Di balik setiap jengkal jalan yang diperbaiki, ada asa petani yang ingin segera melarikan hasil panen ke pasar, langkah anak-anak menuju sekolah tanpa rasa khawatir, serta laju roda ekonomi yang membuat dapur-dapur warga terus ngebul.
“Infrastruktur jalan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi perhatian kami. Jalan yang baik sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat,” ungkapnya.
Namun, impian Pemkab Cirebon tidak berhenti di jalan raya. Perhatian besar juga dicurahkan untuk membangun masa depan generasi muda melalui sektor pendidikan, guna membekali mereka dengan ilmu untuk menghadapi tantangan zaman.
Tak kalah penting, sektor kesehatan warga pun turut dikawal. Pemerintah daerah meyakini, raga yang sehat adalah modal utama bagi setiap warga untuk tetap produktif dan bahagia menjalani keseharian.
Meski harus menimbang kemampuan anggaran daerah dengan cermat, Pemkab Cirebon berjanji akan terus melangkah maju demi memastikan kebutuhan paling mendasar masyarakatnya dapat terpenuhi dengan baik.
Bagaimanapun liku kondisi anggaran ke depan, denyut kehidupan dan senyum warga Cirebon yang menikmati akses jalan layak tetap menjadi garis akhir dari setiap ikhtiar pembangunan ini. (maman suharman/bsf)
Editor : Inilahkoran

