MoTLab SBM ITB dan LPIK Dorong Tata Kelola Komersialisasi Teknologi di Perguruan Tinggi Lewat Gelaran FGD
Management of Technology Laboratory Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM-ITB) dan Lembaga Penelitian, Inovasi, dan Komersialisasi (LPIK) ITB menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) secara daring bertajuk "Manajemen Komersialisasi Teknologi di Perguruan Tinggi", Rabu, 12 Juli 2023.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Management of Technology Laboratory (MoTLab), Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM-ITB) bekerjasama dengan Lembaga Penelitian, Inovasi, dan Komersialisasi (LPIK) ITB menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) secara daring bertajuk "Manajemen Komersialisasi Teknologi di Perguruan Tinggi", Rabu, 12 Juli 2023.
FGD menghadirkan sejumlah narasumber seperti Direktur Utama PT. Rekacipta Inovasi ITB, Sekretaris Lembaga Bidang Transfer Teknologi LPIK ITB, Komisaris PT. Rekacipta Inovasi ITB, Direktur BPUDL-ITB, Direktur PUI UGM, Kepala LKST IPB University, inventor, investor (MDI Telkom), perwakilan industri (SME dan startup) seperti Lintasarta dan Kazee, perusahaan besar (BUMN dan swasta), serta perwakilan dari pemerintah.
Kegiatan tersebut digelar untuk melihat sejauh mana praktik komersialisasi teknologi yang berkembang di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia.
Tak hanya itu, FGD juga diharapkan dapat diperoleh wawasan yang berharga dan solusi untuk meningkatkan efektivitas komersialisasi teknologi di perguruan tinggi, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan inovasi di Indonesia.
Sekretaris Lembaga Bidang Inovasi LPIK-ITB, Arif Sasongko mengungkapkan, komersialisasi teknologi menjadi aspek penting dalam kemajuan bangsa. Perguruan tinggi sebagai pusat riset memiliki potensi besar untuk berkontribusi melalui proses komersialisasi produk-produk riset.
Namun, untuk meningkatkan efektivitas proses komersialisasi di perguruan tinggi, perlu adanya upaya perbaikan terus-menerus. "Kolaborasi dengan industri dan upaya sandboxing riset menjadi tantangan yang perlu didiskusikan di forum ini," ungkap Arif Sasongko saat membuka kegiatan FGD.
Direktur Badan Pengelola Usaha dan Dana Lestari (BPUDL) ITB, dalam paparannya menyoroti skema komersialisasi riset kampus yang masih dirasa overlap sehingga perlu diorkestrasi lebih baik.
"Kolaborasi antara usaha-usaha komersialisasi riset di ITB, seperti yang sudah dilakukan oleh PT. Rekacipta Inovasi ITB dan LPIK perlu dikelola dengan baik.”, ungkapnya.
Sementara itu, Kepala LKST IPB University, Prof. Erika Budiarti Laconi memaparkan, upaya-upaya IPB University dalam komersialisasi dengan semangat satu pintu, di mana seluruh usaha komersialisasi difasilitasi oleh IPB.
"Di IPB tidak ada dosen yang bekerja sendiri, semua melalui LKST IPB University," Erika Budiarti.
Di tempat yang sama, Direktur PUI UGM, Dr Hargo Utomo menambahkan, salah satu faktor penting dalam usaha komersialisasi adalah pemahaman akan kebutuhan dan perilaku pasar.
"Komersialisasi inovasi teknologi lebih banyak bertumpu pada olah ‘seni’ (Art) dibanding ‘ilmu’ (Science)," ungkapnya.
Dalam Focus Group Discussion ini, diharapkan dapat diperoleh wawasan yang berharga dan solusi untuk meningkatkan efektivitas komersialisasi teknologi di perguruan tinggi, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan inovasi di Indonesia.
Beberapa catatan dalam FGD juga mencuat yaitu pentingnya good governance dan totalitas dalam pengelolaan komersialisasi teknologi, perlu mengetahui dan mengikuti potensi pasar/demand, pentingnya keberpihakan pada peneliti, perlunya playbook komersialisasi, sandboxing di Science Techno Park, dan kerjasama serta komunikasi dengan industri secara berkelanjutan.***
Editor : Ghiok Riswoto
