Nasib Valentino Rossi, Dulu Dilangkahi Marc Marquez, Kini Bakal Dipatahkan Anak Didik Marquez

Dulu Marc Marquez yang mematahkan Valentino Rossi. Kini, giliran “anak didik” Marc Marquez yang bakal melakukannya, David Alonso.

Nasib Valentino Rossi, Dulu Dilangkahi Marc Marquez, Kini Bakal Dipatahkan Anak Didik Marquez

INILAHKORAN, Bandung – Dulu Marc Marquez yang mematahkan Valentino Rossi. Kini, giliran “anak didik” Marc Marquez yang bakal melakukannya, David Alonso.

David Alonso baru saja memenangkan balapan Moto3 di MotoGP Australia di Phillips Island, Australia, Minggu lalu.

Itu menjadi kemenangan David Alonso ke-11 dalam musim balapan tahun ini. Dia berpeluang mematahkan rekor Valentino Rossi yang sudah bertahan 27 tahun.

David Alonso sudah memenangkan gelar juara dunia Moto3 pada debut perdananya di balapan tersebut. Dia juga jadi pembalap Kolombia pertama yang menjadi juara dunia.

Kini, dengan memenangkan satu balapan lagi, David Alonso akan mencerabut rekor Valentino Rossi. Dia bisa melakukannya karena masih tersisa tiga balapan lagi.

David Alonso kini sudah unggul dari Fausto Gresini, Marc Marquez, dan Joan Mir, yang sama-sama pernah memenangkan 10 balapan dalam semusim di kelas Moto3 itu.

Valentino Rossi sendiri membukukan rekor tersebut pada tahun 1997 ketika dia memenangkan kelas 125 cc. Saat itu, salah satu kemenangannya terjadi di MotoGP Indonesia di Sirkuit Sentul.

Valentino Rossi muda saat itu membalap menggunakan motor Aprilia RS125 bersama tim Nastro Azzurro Aprilia.

Hanya saja, tetap ada keunggulan Valentino Rossi meski David Alonso bisa mematahkan rekornya itu tahun ini.

Valentino Rossi, saat itu, memenangkan 11 dari 15 total balapan. Sementara David Alonso musim ini mendapat kesempatan balapan yang jauh lebih banyak.

Alonso sendiri adalah “anak didik” Marc Marquez. Keduanya menghabiskan banyak waktu berlatih bersama.

Marc Marquez juga menerima setiap kesempatan untuk membicarakan potensi sahabat mudanya itu.

Saat di Jepang beberapa waktu lalu, Alonso menyebutkan Marc Marquez memberinya nasihat bahwa menjadi juara dunia menjadi penting ketimbang mengimpikan membalap di kelas MotoGP tanpa pengalaman meraih kemenangan.

“Dia karakter yang emosional,” kata wartawan TNT Sports, Neil Hodgson tentang David Alonso.

“Dia mengaku melihat dirinya di kaca dan bercucuran air mata pada prospek apa yang akan dia hadapi,” tambahnya.

Menurutnya, Alonson bisa melakukan momen-momen kunci dalam balapan, termasuk saat berada di bawah tekanan.

“Kita melihat banyak pembalap yang melakukan kesalahan, yang mendorong terlalu keras. Tapi dia tidak. Dia menyambungkan enegerinya,” tambahnya. (*)


Editor : Zulfirman