Francesco Bagnaia Bidik Kemenangan Keempat Beruntun di Jerez: Siap Tempur Lawan Marquez dan Tingkatkan Level Balap
Menjelang gelaran seri kelima MotoGP musim 2025 di Sirkuit Jerez, Spanyol, pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, menyatakan keyakinannya untuk kembali menaklukkan lintasan Andalusia itu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Menjelang gelaran seri kelima MotoGP musim 2025 di Sirkuit Jerez, Spanyol, pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, menyatakan keyakinannya untuk kembali menaklukkan lintasan Andalusia itu.
Balapan yang akan berlangsung akhir pekan ini menjadi momen penting bagi Bagnaia, yang telah mencatatkan tiga kemenangan beruntun di Jerez sejak tahun 2022.
“Saya yakin bahwa saya bisa berjuang, saya bisa berjuang untuk menang,” ujar Bagnaia dalam wawancara yang dikutip dari ANTARA.
Catatan kemenangan Bagnaia di Jerez menempatkannya sebagai pembalap aktif paling dominan di sirkuit tersebut. Ia hanya kalah dari dua legenda MotoGP, yakni Mick Doohan yang menang empat kali, serta Valentino Rossi yang meraih tujuh kemenangan di Jerez sepanjang kariernya.
Namun, tahun ini tidak semudah sebelumnya. Tantangan datang justru dari dalam garasi sendiri. Rekan setim Bagnaia, Marc Marquez, tampil sangat konsisten dan mengesankan musim ini.
Marquez telah memenangi tujuh dari delapan balapan—baik sprint maupun race utama—yang membuatnya bertengger di puncak klasemen sementara dengan keunggulan 26 poin atas Bagnaia.
“Saya suka lintasannya dan tiga GP terakhir di sini sangat bagus. Tahun lalu pertarungan dengan Marc sangat ketat, tetapi tahun ini dia merasa lebih baik dan daya saingnya meningkat. Jadi saya perlu meningkatkan level saya lagi,” jelas Bagnaia.
Bagnaia juga menyoroti pendekatan Marquez terhadap balapan kali ini. Menurutnya, meskipun Marquez punya posisi aman di klasemen, bukan berarti dia akan mengalah begitu saja.
“Marc berada dalam situasi di mana ia tahu ia juga bisa finis kedua tanpa terlalu banyak mengambil risiko,” imbuhnya.
“Namun, ia adalah pembalap yang biasanya tidak ingin finis kedua. Jika saya menang, itu juga karena peningkatan yang telah kami lakukan mulai membuahkan hasil,” tambah sang juara dunia MotoGP 2022 dan 2023.
Bagnaia pun tak ingin terlalu waspada atau mengubah gaya membalapnya, meski dirinya mengalami kecelakaan saat kualifikasi di Qatar beberapa waktu lalu dan harus start dari posisi ke-11.
"Anda membutuhkan putaran itu. Namun, saya tidak akan mengubah sikap saya. Saya akan memacu kemampuan seperti biasa," tutup Bagnaia.***
Editor : Zulfirman

