Wakil Kepala BPIP Minta Perguruan Tinggi Menjadi Kampus dan Teladan Implementasi Pancasila

Wakil Kepala BPIP Karjono, menyerukan Implementasi Undang Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Wakil Kepala BPIP Minta Perguruan Tinggi  Menjadi Kampus dan Teladan Implementasi Pancasila
Wakil Kepala BPIP Karjono, menyerukan Implementasi Undang Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang sistem Nasional Ilmu pengetahuan dan Teknolohgi (Sisnas Iptek). Hal itu disampaikan Karjono saat hadir dalam seminar di Universitas Brawijaya Malang

INILAHKORAN.Com,-Malang- Wakil Kepala BPIP Karjono, menyerukan Implementasi Undang Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek).

Menurut Karjono, implementasi Undang Undang Sisnas Iptek yang saat ini menjadi haluan Ideologi Pancasila merupakan hal penting untuk menjadi gerakan pembumian Pancasila serta melakukan pengamalan dalam sector pembangunan berbasis riset dan teknologi.

"Saya ingin tegaskan perlunya lingkungan perguruan tinggi yang menjadi wadah sebagai memperkuat dan mempertahankan ideologi dasar negara melalui riset dan teknologi," ungkap Karjono saat hadir dalam seminar "Sosialisasi Pancasila dan Dialog Kebangsaan Implementasi UU Sisnas Iptek: Penguatan Tinggi Nasional Menuju Indonesia Emas”,
di Universitas Brawijaya, Malang, Selasa, 26 Juli 2022.

Baca Juga: Pesan Ganjar di Hari Anak Nasional 2022 : Jaga dan Lindungi Anak Kita dari Bullying

Karjono menyampaikan, saat ini didalam UU Sisnas Iptek terdapat hubungan yang membentuk keterkaitan secara terencana, terarah, dan terukur antar antar unsur kelembagaan dan sumber daya.

Hal itu sejalan dengan mandate Pasal 5 huruf a bahwa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berperan menjadi landasan dalam perencanaan pembangunan nasional di segala aspek kehidupan bermasyarakat yang berfalsafah ideologi Pancasila.

"Implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Penguatan Perguruan Tinggi Nasional Menuju Indonesia Maju saat ini yang harus kita jalankan," ungkap Karjono.

Baca Juga: Ucapkan Selamat Hari Anak Nasional 2022, Ridwan Kamil Bahas Kehadiran Arka dan Kepergian Eril

Karjono menegaskan, dalam membangun Menuju Indonesia Emas, Bangsa Indonesia tidak boleh melupakan pidato Bung Karno tahun 1966 yang pernah berujar mengenai Jas Merah.

"Yang artinya jangan sekali-kali meninggalkan Sejarah. Tetapi juga jangan lupa dengan Jas Hijau yang artinya jangan sekali-kali meninggalkan ulama, termasuk tokoh religius lainnya," tandas Karjono.

"Pedoman yang diucapkan Bung Karno itulah yang harus kita tanamkan dalam diri kita dan harus terus kita maknai dari setiap perjuangan bapak proklamator itu," imbuh Karjono.

Baca Juga: Ini Kata Jokowi Soal Rencana Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo Rp3,5 Juta

Lebih lanjut Karjono menambahkan, Pancasila sejatinya sudah dijabarkan tuntas, dimulai dari gagasan Bung Karno di Ende sampai dengan sidang BPUPK saat pidato Bung Karno 1 Juni 1945, Piagam Jakarta 22 Juni 1945.

Begitupun pada alinea ke empat Pembukaan UUD 1945 tanggal 18 Agustus 1945 merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan, yang dikuatkan dengan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila, maka sudah finis Pancasila sejati.

"Perguruan Tinggi sebagai Kampus Pancasila selain merupakan basis riset harus sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi juga menjadi tempat memperkuat dan mempertahankan Ideologi Dasar Negara, Falsafah Bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta menjaga Toleransi. Hal ini sejalan dengan empat pilar yang dikembangkan di Universitas Brawijaya saat ini," paparnya.

Baca Juga: Timsus Polri Berangkat ke Jambi untuk Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J

Rektor Universitas Brawijaya Widodo menambahkan, saat ini Universitas Brawijaya telah menjadi teladan dan terdepan dalam mensosialisasikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Menurutnya, Unbraw telah memiliki 4 pilar Brawijaya yakni Kesatuan Indonesia, Globalisasi, Kesetaraan dan Kesetiakawanan Sosial serta Toleransi.

"Ini sudah kita jalankan di Unbraw saat ini dan mahasiswa Unbraw diharapkan mampu memberikan tauladan serta memberikan dampak baik dalam pembumian Pancasila bagi Bangsa dan Negara nantinya," tegasnya.

Baca Juga: Tiga Anak Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Perundungan Tasikmalaya

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas FISIP, Solih Muadi, Hum Anggota Komisi enam Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Rike Diah Pitaloka,Deputi Kebijakan BRRIN Boediastuti Oentowirjo, Sofyan Shaft, dan perwakilan Kemendikbud Ristek Luthfi Ilham Ramdani.***


Editor : inilahkoran