Noni, Menjaga Harapan di Tengah Perjuangan

PERJALANAN panjang melawan kanker payudara tak memadamkan semangat Noni. Dia ingin para pasien tetap memiliki harapan dan tidak merasa sendirian.

Noni, Menjaga Harapan di Tengah Perjuangan
KANKER PAYUDARA: Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama para penyintas kanker payudara, Senin (19/10). Peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia menjadi momentum memberikan dukungan kepada pasien yang masih menjalani pengobatan.(INILAH/RIZKI MAULUDI)

Tujuh kali operasi tidak memadamkan semangat Isnaeni Purnamawati untuk menjalani hidup. Perjalanan panjang menghadapi kanker payudara sejak 2016 mengajarkannya satu hal: diagnosis penyakit bukan alasan untuk kehilangan harapan.

Perempuan yang akrab disapa Noni itu menjadi salah seorang survivor kanker payudara yang hadir di Balai Kota Bogor, Senin (19/10). Dalam momentum peringatan Hari Kanker Payudara Sedunia, Pemerintah Kota Bogor bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kota Bogor memberikan perhatian kepada para survivor sekaligus menguatkan dukungan bagi pasien yang masih menjalani pengobatan.

Bagi Noni, perjalanan tersebut bukan sekadar rangkaian pemeriksaan dan tindakan medis. Ada masa-masa sulit yang harus dilewati, termasuk ketika benjolan muncul di sejumlah bagian tubuh dan membuatnya kembali menjalani pemeriksaan.

Perjalanan kesehatannya bermula pada 2010 ketika dia menjalani pemeriksaan terkait rahim. Hasil patologi anatomi saat itu menunjukkan kondisi jinak. 

Enam tahun kemudian, pada 2016, dia didiagnosis mengalami kanker ganas pada payudara. Kelenjar getah bening di bagian ketiak turut menjadi perhatian dalam proses pengobatannya.

Pada 2019, benjolan muncul di bagian punggung dan pundak. Hingga kini, Noni telah menjalani tujuh kali operasi. Pada 2026, dia kembali menjalani pemeriksaan setelah ditemukan benjolan di area kelenjar getah bening. Hasil pemeriksaan patologi anatomi kali ini menunjukkan kondisi jinak.

Rentetan pemeriksaan dan operasi itu tidak membuatnya menyerah menjalani keseharian. Noni berusaha tetap aktif dan melakukan kegiatan yang disukai, tentu dengan menyesuaikan kondisi tubuhnya.

Dia mengaku senang bepergian. Bahkan, setelah menjalani operasi payudara, Noni pernah tetap beraktivitas ketika masih menggunakan selang drainase. Pengalaman itu menjadi bagian dari caranya menjaga semangat, meski setiap pasien tentu memiliki kondisi dan kemampuan berbeda.

“Jangan pesimis sayang. Kita divonis kanker ganas, lantas kita langsung terpuruk. Jangan, kita harus semangat,” ujar Noni.

Pesan itu ingin dia sampaikan kepada pasien lain agar tidak merasa sendirian atau menjauh dari lingkungan sosial akibat penyakit yang dialami. Menurutnya, menjalani kegiatan yang disukai, berdoa, serta mendapat dukungan dari orang-orang terdekat dapat membantu menjaga semangat selama masa pengobatan.

Namun, semangat tetap perlu berjalan beriringan dengan upaya medis. Noni mengajak para pasien untuk terus memiliki harapan dan menjalani pengobatan sesuai arahan tenaga kesehatan.

Dukungan bagi pasien kanker juga menjadi perhatian YKI Cabang Kota Bogor. Ketua YKI Kota Bogor Yantie Rachim mengatakan, pihaknya merencanakan kunjungan kepada enam pasien kanker payudara yang tersebar di enam kecamatan di Kota Bogor.

Kunjungan tersebut ditujukan untuk memberikan perhatian, pendampingan, dan semangat kepada pasien yang tengah menjalani pengobatan. Dukungan keluarga dan lingkungan, menurut Yantie, memiliki arti penting agar pasien merasa tetap memiliki teman dalam menghadapi masa sulit.

“Kami akan membersamai mereka, memberikan semangat, mendampingi mereka, dan mengatakan bahwa mereka tidak sendiri. Kami dari YKI Kota Bogor akan terus mendampingi perjuangan mereka,” kata Yantie. (rizki mauludi/gin)


Editor : Inilahkoran