Pemkot Bogor Tindak Pengamen Meresahkan
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bogor - Perjalanan menuju Stasiun Bogor semestinya menjadi bagian dari rutinitas yang nyaman bagi warga. Namun, dugaan pemalakan oleh oknum pengamen terhadap penumpang angkutan kota (angkot) di jalur tersebut justru memunculkan keresahan setelah videonya viral di media sosial.
Pemerintah Kota Bogor merespons keluhan itu dengan berkoordinasi bersama kepolisian. Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, terduga pelaku telah diamankan oleh jajaran Polresta Bogor Kota.
“Informasi terakhir, yang bersangkutan sudah ditangkap oleh Polresta Bogor Kota. Kami terus memantau perkembangannya dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk langkah penindakan selanjutnya,” kata Jenal di Balai Kota Bogor, Senin (19/10).
Kasus tersebut kembali menyoroti pengawasan terhadap pengamen dan anak jalanan di ruang publik. Terlebih, jalur menuju Stasiun Bogor merupakan kawasan strategis yang ramai dilalui komuter maupun wisatawan.
Jenal menjelaskan, Pemkot Bogor sebenarnya memiliki paguyuban pengamen binaan yang terintegrasi dengan program pemerintah daerah. Mereka diarahkan beraktivitas di sejumlah ruang seni, seperti kawasan Alun-Alun Kota Bogor dan Taman Ekspresi.
Karena itu, pemerintah akan memeriksa apakah terduga pelaku merupakan bagian dari komunitas binaan atau beraktivitas di luar pembinaan tersebut.
“Kami ada paguyuban pengamen binaan, akan cek apakah nama yang bersangkutan masuk dalam komunitas binaan yang terintegrasi dengan Pemkot atau tidak,” ujarnya.
Jenal mengakui, razia terhadap pengamen dan anak jalanan berkurang intensitasnya dalam sebulan terakhir. Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) lebih banyak terserap untuk penertiban pedagang kaki lima di sejumlah kecamatan dan pusat kota.
Kondisi itu mendorong Pemkot Bogor mengatur ulang pembagian personel agar pengawasan di ruang publik tidak terabaikan. Penertiban gabungan bersama Polresta Bogor Kota dan Satpol PP pun direncanakan kembali berjalan dalam waktu dekat.
“Kamis ini ada rencana penertiban lagi. Mudah-mudahan tim bisa dibagi dua agar razia rutin pengamen dan anak jalanan kembali berjalan optimal,” kata Jenal.
Penanganan tidak hanya diarahkan pada penertiban. Pemkot Bogor juga berencana melibatkan Dinas Sosial agar pengamen dan anak jalanan yang terjaring bisa mendapat pembinaan lanjutan.
Langkah tersebut diharapkan membuat penanganan lebih menyeluruh, sehingga penertiban tidak berhenti pada tindakan sesaat, tetapi juga menyentuh upaya pembinaan.
Jenal turut mengajak masyarakat melaporkan tindakan yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan. Dokumentasi warga, termasuk video yang diunggah ke media sosial, dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus membantu aparat menindaklanjuti kejadian di lapangan.
“Partisipasi publik seperti ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami untuk melihat fakta di lapangan. Jika aman, silakan dokumentasikan dan laporkan ke kepolisian atau Satpol PP,” ujarnya. (rizki mauludi/gin)
Editor : Inilahkoran
