Pakar Komunikasi Unisba Sarankan Elite Gedung Sate Bangun Komunikasi Solid Demi Jabar Istimewa

Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Unisba) Prof. Dr. Septiawan Santana K, S.Sos., M.Si, menyebut timbulnya perseteruan antara Wagub Jabar Erwan Setiawan dan Sekretaris Daerah (Sekda) Herman Suryatman karena macetnya komunikasi.

Pakar Komunikasi Unisba Sarankan Elite Gedung Sate Bangun Komunikasi Solid Demi Jabar Istimewa
Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Unisba) Prof. Dr. Septiawan Santana K, S.Sos., M.Si, menyebut timbulnya perseteruan antara Wagub Jabar Erwan Setiawan dan Sekretaris Daerah (Sekda) Herman Suryatman karena macetnya komunikasi.

INILAHKORAN,Bandung- Keretakan hubungan antara Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan dan Sekretaris Daerah (Sekda) Herman Suryatman yang sempat memanas dan menjadi perhatian publik disebut akibatnya macetnya komunikasi. 

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi Trisula Gedung Sate yakni Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, Wakil Gubernur Erwan Setiawan dan Sekda Herman Suryatman untuk meletakan kepentingan pribadi atau golongan demi serta ego pribadi demi terwujudnya Jabar Istimewa.

Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung (Unisba), Prof. Dr. Septiawan Santana K, S.Sos., M.Si, saat dimintai komentarnya mengungkapkan, keretakan hubungan antara Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah (Sekda) merupakan dampak dari macetnya komunikasi. Karenanya, menurut Prof Septi sapaan akrabnya Septiawan Santana, menjadi sebuah tantangan agar elite Gedung Sate dapat kembali merajut komunikasi yang solid.

"Sebagai orang komunikasi, saya melihat hal itu sebagai akibat dari macetnya komunikasi. Sehingga sampai menimbulkan kegaduhan yang tentu sangat tidak diharapkan oleh warga Jawa Barat yang mendambakan terwujudnya Jabar Istimewa," ungkap Prof Septi, Rabu, 1 Juni 2025.

Menurut Prof Septi, masyarakat tentu tidak dapat menerka-nerka apa yang menjadi pemicu timbulnya keretakan di antara kedua tokoh tersebut. Apakah terkait dengan pendelegasian tugas dari Gubernur atau ada pemicu lainnya. Namun yang terpenting lanjut Septi, ke depan baik Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekda Jabar dituntut untuk mampu menghadirkan komunikasi yang solid. Sehingga harapan masyarakat untuk menuju Jabar Istimewa benar-benar dapat direalisasikan.

"Saya pikir itulah tantangan ke depan yang harus mampu dijawab. Bagaimana ketiga tokoh sentral di Provinsi Jawa Barat ini mampu menghadirkan komunikasi yang solid. Karena itulah yang ingin dilihat masyarakat," tegasnya. 

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Jabar MQ Iswara juga turut angkat bicara, terkait kekisruhan di internal Pemprov Jabar.

Iswara menuturkan, dinamika yang terjadi antara Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan dengan Sekda Herman Suryatman diibaratkan seperti tim sepakbola yang tengah menghadapi pertandingan. 

Sebab suka atau tidak, Iswara pernah menegaskan antara gubernur, wakil gubernur dan sekda merupakan satu kesatuan.

Menurut Iswara, mereka harus bekerja secara tim. Berbagi peran, sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

"Mereka kan punya peran masing-masing. Tapi mereka satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Itu kan tritunggal," ujar Iswara usai rapat paripurna di Kantor DPRD Jabar, Selasa 1 Juli 2025.

Ketika ada masalah, sejak awal pun pihaknya juga telah meminta untuk diselesaikan secara internal. Meski pada akhirnya pihaknya turut mengislahkan konflik internal ini, supaya tidak melebar.

"Alhamdulillah ya, tadi di ruangan saya kita ngobrol bertiga dan tidak ada apa-apa. Kita tabbayun lah ya, kita tabbayun, ngobrol, Alhamdulillah tidak ada apa-apa," ucapnya.

Iswara menduga, perseteruan antara Wagub Erwan dan Sekda Herman ini akibat kurang komunikasi. Dia pun mengibaratkan, pucuk pimpinan Pemprov Jabar ini memang baru berjalan sekitar empat bulan.

Bila seperti tim sepakbola yang tengah menghadapi pertandingan kata dia, butuh waktu adaptasi.

"Intinya masalah, mungkin komunikasi. Kalau saya boleh analogikan klub sepakbola. Biasa, menit-menit pertama itu kan masih belum komunikasi, masih belum kompak, masih salah oper. Tapi Insya Allah menit-menit berikutnya kan jadi solid dan sudah kompak, nanti ujungnya menang klub sepakbolanya. Ya seperti itulah kira-kira," ungkapnya.***


Editor : Ghiok Riswoto