Pameran Cultura Maung Bandung di Braga Hadir untuk Warga dan Bobotoh
Persib bersama Grey Art Gallery menghadirkan Pameran Cultura Maung Bandung di Braga Nomor 47, Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Persib bersama Grey Art Gallery menghadirkan Pameran Cultura Maung Bandung di Braga Nomor 47, Kota Bandung.
Pameran Cultura Maung Bandung di Braga yang dibuka untuk publik mulai 9 Juni hingga 10 September 2026 itu menjadi ruang apresiasi terhadap perjalanan panjang klub yang telah tumbuh bersama masyarakat selama lebih dari sembilan dekade.
Pameran Cultura Maung Bandung di Braga itu juga menjadi momentum untuk merefleksikan pencapaian bersejarah Persib yang berhasil meraih gelar juara kompetisi Liga 1 Indonesia selama tiga musim berturut-turut pada musim 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026.
Pencapaian tersebut menempatkan Persib sebagai klub pertama pada era Liga 1 yang berhasil menjuarai kompetisi kasta tertinggi nasional selama tiga musim beruntun (three-peat).
Sepanjang penyelenggaraan pameran, pengunjung dapat menikmati 95 karya dan objek yang merepresentasikan beragam perspektif mengenai sejarah Persib, kultur Bobotoh, identitas Kota Bandung, serta perjalanan klub dari masa ke masa.
Beragam karya tersebut hadir dalam bentuk seni rupa, instalasi visual, mural, arsip sejarah, memorabilia, jersey bersejarah, hingga ruang-ruang tematik yang mengajak pengunjung menelusuri perjalanan Persib lintas generasi.
Selain menghadirkan pengalaman pameran, cultura Persib juga akan diramaikan dengan berbagai program publik seperti diskusi, talkshow, gathering komunitas, dan aktivitas kreatif lainnya yang dirancang untuk memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus membuka ruang dialog antara seni, sepak bola, dan komunitas.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) sekaligus manajer Persib, Umuh Muchtar mengatakan cultura ini merupakan bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang yang telah dilalui klub bersama seluruh pihak yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem Persib.
“Pencapaian yang diraih Persib dalam beberapa musim terakhir bukan hanya milik klub, melainkan milik seluruh Bobotoh dan masyarakat yang selama ini tumbuh bersama Persib. Karena itu, cultura Persib kami hadirkan sebagai ruang untuk merayakan perjalanan tersebut bersama-sama,” ujar Umuh, Senin (8/6/2026).
Umuh pun mengajak seluruh masyarakat dan Bobotoh untuk melihat bahwa di balik setiap pertandingan dan trofi, terdapat sejarah, nilai, kreativitas, serta ikatan emosional yang telah membentuk hubungan kuat antara Persib, Kota Bandung, dan masyarakatnya.
“Persib selalu memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat. Selama puluhan tahun, klub ini tidak hanya menghadirkan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi bagian dari identitas, kebanggaan, dan kehidupan sosial masyarakat Bandung dan Jawa Barat,” katanya.
Ungkapan yang sama dilontarkan Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan. Menurutn+ya tidak ada tim yang menyaingi Persib Bandung.
“Persib sudah besar sekali, kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Pencapaian pembangunan yang terus kami raih. Persib menjadi klub pertama mampu mencatatkan hattrick di era profesionalisme sepak bola di Indonesia. Lebih dari sekadar trofi, Persib milik seluruh masyarakat Jawa Barat,” kata Erwan
Disisi lain, Owner Grey Art Gallery, Grace Christianti menjelaskan cultura Persib sekadar penyelenggaraan. Ini merupakan sebuah upaya menghadirkan beragam sudut pandang, tidak hanya karya seni, tapi arsip, koleksi, dokumentasi budaya, praktik budaya.
“Lebih dari sekadar pameran, salah satu inisiatif budaya pertama di Indonesia yang menempatkan sebuah klub sepak bola. Persib bukan hanya hadir di lapangan pertandingan tapi hidup di masyarakat dan berbagai ekspresi budaya,” kata Grace.
Editor : Doni Ramdhani
