Panitia Haul ke-11 Ki Gede Mundu Santuni Anak Yatim Mundupesisir

Ratusan warga Desa Mundupesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon mengikuti peringatan Haul ke-11 Ki Gede Mundu, Senin 30 Maret 2026.

Panitia Haul ke-11 Ki Gede Mundu Santuni Anak Yatim Mundupesisir
Selain mengenang Ki Gede Mundu (Syekh Mudarim), kegiatan juga ditujukan untuk mendoakan Syekh Kilobama (Syekh Abdurrohman Al Baghdadi) dan Pangeran Bratakelana. Tradisi tahunan itu menjadi agenda rutin masyarakat setempat setiap 10 Syawal. (maman suharman)

INILAHKORAN.ID - Ratusan warga Desa Mundupesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon mengikuti peringatan Haul ke-11 Ki Gede Mundu, Senin 30 Maret 2026.

Selain mengenang Ki Gede Mundu (Syekh Mudarim), kegiatan juga ditujukan untuk mendoakan Syekh Kilobama (Syekh Abdurrohman Al Baghdadi) dan Pangeran Bratakelana. Tradisi tahunan itu menjadi agenda rutin masyarakat setempat setiap 10 Syawal.

Prosesi dimulai dengan pembacaan tahlil dan doa bersama di sejumlah titik makam utama. Warga tampak memenuhi area pemakaman sejak pagi hari, mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan.

Tidak hanya kegiatan keagamaan, panitia juga menggelar santunan kepada anak yatim sebagai bagian dari rangkaian acara. Kegiatan sosial tersebut menjadi wujud kepedulian sekaligus upaya meneladani nilai-nilai kebaikan para tokoh yang diperingati.

Kuwu Desa Mundupesisir Khaerun mengatakan, haul tersebut merupakan tradisi yang terus dijaga masyarakat secara turun-temurun.

“Peringatan ini kami laksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus pengingat bagi generasi muda agar tidak melupakan sejarah asal-usul wilayahnya,” ujar Khaerun.

Menurutnya,  kegiatan tersebut juga memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antarwarga.

“Melalui momentum ini, kami ingin memperkuat kebersamaan dan silaturahmi masyarakat. Semua berkumpul tanpa melihat latar belakang, bersatu dalam doa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Cirebon R Moh Al Bana mengapresiasi pelaksanaan kegiatan haul yang dinilai konsisten menjaga nilai sejarah dan budaya lokal.

“Kegiatan ini merupakan inisiatif masyarakat bersama pemerintah desa dan kecamatan. Ini bentuk nyata penghormatan terhadap tokoh-tokoh yang berperan dalam penyebaran Islam di wilayah Mundu,” ungkap Al Bana.

Dia menilai, tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sejarah lokal terus meningkat. Hal ini terlihat dari adanya penyampaian kisah dan peran para tokoh dalam setiap peringatan haul.

“Setiap tahun selalu ada penjelasan mengenai sejarah para tokoh yang dimakamkan di sini. Ini penting agar generasi penerus memahami dan menghargai warisan leluhur,” jelasnya.

Dia menambahkan, pemerintah daerah mendukung penuh pelestarian tradisi tersebut. Kompleks makam Syekh Kilobama dan Pangeran Bratakelana saat ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat kabupaten.

“Kami akan terus mendorong pelestarian tradisi dan situs bersejarah agar tetap terjaga, baik dari sisi fisik maupun nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” tukasnya. 


Editor : Doni Ramdhani