Paracetamol atau Ibuprofen? Penelitian Ungkap Obat Paling Efektif Atasi Nyeri Haid
Penelitian menunjukkan ibuprofen lebih efektif dibanding paracetamol untuk mengatasi nyeri haid karena langsung menghambat prostaglandin penyebab kram.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Banyak perempuan memilih paracetamol untuk meredakan nyeri haid. Namun, hasil penelitian menunjukkan ibuprofen justru lebih efektif mengatasi menstruasi'>kram menstruasi karena bekerja langsung pada penyebab utama munculnya rasa nyeri.
Analisis terhadap data belanja lebih dari tiga juta konsumen menemukan bahwa paracetamol menjadi obat yang paling sering dibeli saat mengalami nyeri haid. Meski populer, para peneliti menilai pilihan tersebut kurang optimal karena mekanisme kerjanya tidak mengatasi penyebab utama kram menstruasi.
Nyeri haid terjadi akibat meningkatnya kadar prostaglandin, yakni zat alami yang memicu kontraksi rahim saat proses peluruhan dinding rahim. Jika jumlah prostaglandin terlalu tinggi, kontraksi menjadi lebih kuat sehingga menimbulkan kram, nyeri, bahkan mual.
Berbeda dengan paracetamol, ibuprofen termasuk golongan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang bekerja menghambat pembentukan prostaglandin. Dengan demikian, penyebab nyeri dapat ditekan secara langsung.
Sementara itu, paracetamol hanya membantu mengurangi persepsi rasa sakit di otak tanpa memengaruhi produksi prostaglandin yang menjadi pemicu utama kram menstruasi.
Temuan tersebut diperkuat oleh tinjauan terhadap 80 penelitian yang melibatkan lebih dari 5.800 perempuan. Hasilnya menunjukkan bahwa obat golongan NSAID, termasuk ibuprofen, secara konsisten lebih efektif dibandingkan paracetamol dalam meredakan nyeri haid.
Waktu Minum Ibuprofen agar Lebih Efektif
Peneliti menyebutkan ibuprofen memberikan hasil terbaik apabila mulai dikonsumsi satu hingga dua hari sebelum menstruasi diperkirakan datang atau segera setelah gejala awal muncul. Penggunaan kemudian dilanjutkan selama hari-hari pertama masa haid sesuai anjuran tenaga kesehatan atau aturan pada kemasan.
Tidak Cocok untuk Semua Orang
Meski lebih efektif, ibuprofen tidak dapat digunakan oleh semua orang. Obat ini berpotensi menyebabkan iritasi lambung dan sebaiknya dihindari oleh penderita maag berat, gangguan ginjal, penyakit jantung tertentu, asma yang sensitif terhadap NSAID, maupun mereka yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah.
Karena itu, konsultasi dengan dokter atau apoteker tetap diperlukan sebelum menggunakan ibuprofen, terutama bagi seseorang yang memiliki penyakit penyerta atau rutin mengonsumsi obat tertentu.
Bagi mereka yang tidak dapat mengonsumsi ibuprofen, dokter dapat memberikan alternatif lain, seperti obat antikejang otot, pil kontrasepsi hormonal, atau terapi sesuai penyebab nyeri yang dialami.
Cara Alami Mengurangi Nyeri Haid
Selain menggunakan obat, nyeri haid juga dapat dikurangi melalui beberapa cara sederhana, antara lain:
Mengompres perut dengan botol atau bantal penghangat.
Melakukan aktivitas fisik ringan sesuai kemampuan.
Menggunakan terapi stimulasi listrik ringan (TENS) yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada sebagian orang.
Apabila nyeri haid terasa sangat berat, semakin memburuk dari waktu ke waktu, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda gangguan kesehatan lain, seperti endometriosis atau miom rahim, yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.***
Editor : JakaPermana
