PCNU Tolak Kejurcab Orado Tasikmalaya

PCNU Tolak Kejurcab Orado Tasikmalaya
DITUNDA: Wali Kota Tasikmalaya Viman Ramadhan menunda pelaksanaan Kejurcab Federasi Orado Kota Tasikmalaya 2026.(INILAH/NUNUNG NUROHMAN)

RIUH obrolan menyambut Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya mulai terasa di sudut-sudut kota. Mendadak kabar mengejutkan datang dan memicu perdebatan hangat di tengah masyarakat.

Rencana penyelenggaraan Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) memperebutkan Piala Wali Kota menuai sorotan tajam. Bagi sebagian warga, gaple mungkin sekadar hiburan ronda malam.

Namun, ketika permainan yang identik dengan meja pos ronda itu dimasukkan ke dalam agenda resmi pemerintah daerah, keresahan merayap di hati para tokoh agama dan masyarakat.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya menjadi salah satu pihak yang bersuara paling lantang.

Ketua PCNU Kota Tasikmalaya, Dudu Rohman, mengungkapkan pandangannya dengan tenang namun tegas. Suaranya mewakili ketakutan akan hilangnya esensi edukasi dalam momentum perayaan kota.

"Apakah tidak ada lagi kegiatan yang mendidik? Karena, kami bukan mengecam tapi diganti dengan lomba yang lain," ujar Dudu saat ditemui pada Selasa (13/10).

Penolakan serupa disampaikan Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Tasikmalaya, KH Ahmad Munawar Hidayatulloh.

Ia berpandangan, penentuan kegiatan dalam perayaan daerah perlu mempertimbangkan karakter masyarakat setempat, termasuk nilai religius yang menjadi salah satu identitas Kota Tasikmalaya.

"Intinya PCNU Kota Tasikmalaya dengan kondisi kota santri untuk tidak melaksanakan kegiatan lomba gaple," kata KH Ahmad.

Kiai Ahmad menyoroti dampak psikologis dan pesan moral jika kegiatan tersebut dilembagakan oleh pemerintah melalui Piala Wali Kota.

"Mestinya begini, gaple kalau diformalkan oleh pemerintah ini jadinya seolah-olah melegitimasi, tentu kami dari PCNU menolak," tuturnya lugas.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan, pelaksanaan kejuaraan tersebut  ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Penundaan tersebut dilakukan karena rekomendasi dan perizinan untuk penyelenggaraan kompetisi itu belum diterbitkan.

"Rekomendasi izin dari KONI, Dispora, ini memang belum keluar dan kami tidak merekomendasikan itu," katanya.

Terkait penggunaan foto dirinya pada materi publikasi kegiatan, Viman mengaku tidak melakukan komunikasi dengan penyelenggara mengenai pencantuman foto tersebut.

"Terkait ada foto saya, sebetulnya semua orang bisa pake foto saya, jadi memang tidak komunikasi di sana, tapi lumrah-lumrah saja. Karena mereka semangat ada sosok foto saja, dan hari jadi sekaligus memeriahkan," tuturnya. (nunung nurohman)


Editor : Inilahkoran