PDIP Kabupaten Cirebon Buka Peluang Koalisi, Ini Syaratnya
DPC PDIP Kabupaten Cirebon membuka peluang untuk koalisi dengan Parpol lain dalam Pilkada Kabupaten Cirebon 2024
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Peta politik menjelang Pilkada Kabupaten Cirebon yang akan berlangsung setengah tahun lagi, mulai menghangat. Setelah sebelumnya tiga Parpol yaitu Golkar, Gerindra dan Demokrat melakukan koalisi, muncul lagi koalisi Nasdem-PKS.
Alhasil, hanya tersisa dua parpol yaitu PDIP dan PKB. Untuk PKB sendiri, sampai saat ini belum menentukan akan berkoalisi dengan parpol mana.
Namun, ada fenomena menarik terkait PDIP Kabupaten Cirebon. Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setiawan tiba-tiba melontarkan komentar yang cukup mengejutkan. Meskipun sebagai Parpol pemenang pemilu di Kabupaten Cirebon, namun DPC PDIP Kabupaten Cirebon saat ini membuka diri untuk berkoalisi dengan parpol lainnya.
"Hasil rakernas kemarin mengisyaratkan, untuk Pilkada didaerah itu fleksibel. Artinya, meskipun kami sangat bisa mengusung satu paket, tapi terbuka untuk melakukan koalisi," kata Aan, Rabu 29 Mei 2024.
Ketika ditanya, apakah tidak PeDe karena saat ini dikabarkan DPC PDIP Kabupaten Cirebon minus kader, Aan menolak mentah- mentah isyu tersebut. Menurut Aan, untuk calon Bupati Cirebon, beberapa calon yang sudah mendaftar diantaranya banyak yang punya integritas dan loyalitas yang tinggi. Namun, potensi koalisi tujuannya untuk membangun Kabupaten Cirebon ke arah yang lebih baik lagi.
"Kita ini membangun cirebon tidak bisa sendirian. Perlu persamaan presefsi dengan kawan-kawan di parpol lainnya," jelas Aan.
Sampai saat ini, Aan mengaku sudah melakukan komunikasi non formal dengan beberapa petinggi parpol yang ada di Kabupaten Cirebon. Artinya memang, koalisi PDIP dengan parpol lainnya terbuka lebar.
Sementara itu, Ketua Bappilu DPC PDIP Kabupaten Cirebon, Bejo Kasiono Menyampaikan hal serupa. Namun meskipun terbuka berkoalisi dengan parpol lain, pihaknya mensaratkan, calon yang diusung DPC PDIP Kabupaten Cirebon, wajib sebagai Calon E-1. Jadi ketika ada parpol ingin berkoalisi, dan mereka sama sama mengusung calonnya menjadi E-1, maka jangan harap bisa terbentuk.
"Pintu koalisi terbuka dengan parpol manapun. Tapi sebagai pemenang pemilu, ya masa kita mengalah hanya mengusung calon E-2. Ya wajib E-1 dong karena kursi kita diparlemen jumlahnya terbanyak," jelas Bejo.
Dirinya sampai saat ini enggan menyebutkan, siapa sebetulnya calon bupati atau wakil bupati yang akan di berikan rekomendasi. Ketika ditanya apakah mantan bupati Cirebon, Imron dan wakilnya Wahyu Tjiptaningsih (Ayu) masih mempunyai peluang besar, Bejo enggan berkomentar.
"Semua kader dan calon yang sudah mendaftar mempunyai peluang yang sama. Tunggu saja keputusan DPP, siapa yang akan mendapatkan rekom nantinya. Paling muncul sekitar bulan agustusan," ucap Bejo.
Namun isyu yang berhembus menyebutkan, kalau PDIP mengusung satu paket, besar kemungkinan rekemondasi kembali akan diberikan kepada pasangan Imron-Ayu. Tapi berhembus kabar, bila disandingkan kembali, kemungkinan besar Ayu akan menolak dan memilih berlabuh ke partai lain. Terbukti, Ayu sudah mengambil formulir pendaftaran ke partai Gerindra. Tapi sampai saat ini, Ayu belum mengembalikan berkas. Artinya, Ayu belum resmi mendaftar calon bupati cirebon di partai gerindra.
Disisi lain, mantan bupati Cirebon, Imron juga kabarnya sedang mencari calon wakil dirinya. Tentu, calon tersebut juga harus siap secara finansial. Beberapa petinggi parpol kabarnya sudah dilobi Imron, termasuk salah satunya Ketua Nasdem Kabupaten Cirebon, Asep Budiman. Wajar, karena dari segi finansial, Asep termasuk yang diperhitungkan. (maman suharman)
Editor : Ahmad Sayuti
